Okto Malik

Melihat masalah dalam kacamata yang berbeda, dengan dukungan data dan fakta. Spy bisa memperkaya wawasan diri, serta pembaca

author

Tanoto Soetantjo (Soetantyo) Family: Mantrust Group

Leave a Comment
Bagi masyarakat Reformasi di Indonesia dan di Luar Negeri kami 
sependapat bahwa kita telah berusaha untuk membela negara yang kita 
cintai ini, daripada praktek-praktek Kolusi, Korupsi, Nepotisme, dsb. 
Namun satu hal kita lupakan bahwa masih banyak Perusahaan-perusahaan 
yang sebelum Reformasi melakukan praktek Kolusi dan Korupsi terhadap 
uang negara. Salah satunya adalah PT. MANTRUST GROUP. 
PT. MANTRUST GROUP didirikan oleh T. Soetantjo yang beralamat di Jl. 
Jatinegara Barat No. 124 Jakarta Timur. Perusahaan tersebut mempunyai 
banyak perusahaan dengan berbagai macam bidang, diantaranya : 
- PT. Bali Raya di Bali 
- PT. Nelayan Bhakti di Bali 
- PT. Dieng Djaya di Wonosobo 
- PT. Mantrust Asahi di Jakarta 
- PT. Borsumij Wehry Indonesia di Jakarta, yang pada saat ini telah 
berubah menjadi PT. Bina Wiraniaga Internusa dengan alamat Jl. 
Jatinegara Barat No. 124 Jakarta Timur. 
- PT. Canning Indonesian Product 
- PT. Frisian Flag (Susu Bendera) 
- PT. Gerak Maju di Jawa Tengah 
- PT. Mantrust Bevarage 
- PT.Putera Dharma di Bandung dan Jakarta (Pulo Gadung - Jakarta) 
- PT. Circle k 
- PT. Musi Holiday 
- PT. Tri Jaya Padma 
- PT. MTI di Biak 
- PT. Nandi Amerta Aggung di Jawa Tengah 
- PT. Jangkar Prasida di Jakarta 
- PT. Van Camp Sea Food di Amerika 
Dan masih banyak lagi perusahaan-perusahaan di bawah naungan PT. 
MANTRUST. 
Tahun 1992 PT. MANTRUST terbukti mempunyai tunggakan kepada Bank-bank 
Swasta maupun Pemerintah dengan jumlah melebihi Rp. 1- 2 triliun. Dimana 
setelah diperiksa oleh Pihak yang berwajib baik Kejagung maupun Polri 
ternyata terbukti keuangannya digelapkan oleh Pemilik dengan mengalihkan 
uang tersebut ke Luar Negari melalui para Direksinya. 
Pencucian uang telah dilakukan oleh Pemilik PT. MANTRUST saat ini, 
apalagi setelah T. Soetantjo meninggal dunia, dimana penerusnya adalah 
Budi Soetantjo dan Johnny Soetantjo telah mengalihkan uang hasil jarahan 
mereka dengan membuka perusahaan-perusahaan baru yang tidak memakai nama 
mereka. Namun memakai nama pihak lain, termasuk mertua Budi Soetantjo 
yang di bawah tangan menjual saham tersebut kepada Budi Soetantjo maupun 
Johnny Soetantjo. 
Terhadap kreditor-kredittor terutama Bank Pemerintah (BRI, BNI 46, BDN, 
Exim), bandit-bandit tersebut mengadakan Rescheduling Pembayaran sampai 
dengan 10 tahun maupun 12 tahun yang pembayarannya dicicil dari bunga 
yang diperoleh dari uang yang mereka cuci di Luar Negeri (Cruiss Bank, 
Chase Manhattan Bank di Hongkong, dsb) sehingga terjadi kolusi terhadap 
aparat bank terutama BRI, BDN serta Bank Exim. 
Akibat yang ditimbulkan, hampir semua perusahaan yang dibawah naungan 
PT. MANTRUST mengalami kebangkrutan, sehingga menyengsarakan masyrakat 
luas terutama para karyawan. 
Pada saat ini PT. MANTRUST masih mempunyai saham di PT. Frisian Flag 
maupun di PT. Fromos Indonesia (Industri Pengalengan Susu) yang mana 
sahamnya cukup besar _ 49%. Deviden yang ditimbulkan cukup besar karena 
penjualan susu bendera cukup tinggi, sehingga memberikan keuntungan yang 
cukup besar. Namun keuangan dari Deviden Susu Bendera tidak dibukukan 
sebagaimana mestinya, namun dibukukan sebagai uang muka di PT. MANTRUST. 
Sehingga deviden yang tadinya dapat digunakan untuk membayar tunggakan 
kepada Kreditur, dipergunakan sendiri oleh Budi Soetantjo maupun Johnny 
Soetantjo. 
Disamping tidak adanya etika baik dari Pemilik Budi Soetantjo serta 
Johnny Soetantjo sehingga perusahaannya bangkrut. Perusahaan-perusahaan 
itu meninggalkan tunggakan pajak yang cukup besar, apakah PPN, PPH 1, 
PPH 255, dsb. Yang sangat diherankan Aparat Pajak tidak mengambil 
tindakan TEGAS, karena adanya kolusi dengan Aparat Kantor Pajak 
setempat. 
Kasus yang sangat menonjol adalah PT. Mantrust Asahi yang hampir 80% 
kreditnya tidak digunakan sebagaimana mestinya, namun digunakan untuk 
kekayaan pribadi Budi Soetantjo. Untuk menghilangkan jejak, maka di 
perusahaan-perusahaan yang bangkrut tadi oleh pihak Budi Soetantjo 
maupun Johhny Soetantjo diangkatlah para supir ataupun karyawan-karyawan 
yang sudah tua-tua menjadi Direkturnya. Sehinggga bandit-bandit tadi 
lolos dari jerat hukum, apalagi bandit tersebut menempatkan beberapa 
personil ABRI seperti Brigjen Soedarsono (Ex. BAKIN), Mayjen Hartoyo 
(Ex. Kapolda Bali) dan pihak Kejaksaan Agung yang telah pensiun. 
Demi menyelamatkan Negara dan membuka praktek-praktek Kolusi Korupsi dan 
Nepotisme. Marilah kita bersama-sama, bersatu padu merapatkan barisan 
nasional untuk membongkar kasus ini, bagi masyarakat yang mempunyai 
bukti agar dilaporkan SEGERA. 
Korupsi, Kolusi, Nepotisme harus dihapuskan.
Read More

Antara Bisnis dan Mafia

Leave a Comment

Lucunya Negeri Ini..........

Memang sungguh luar biasa........... kata-kata ini tepat digunakan saat ini...
di kala bencana tak henti menghampiri negeri ini tetapi di sisi lain negeri ini justru ada yg sedang asik berpesta baru-baru ini seperti yg kita ketahui di kawasan asia baru saja melangsungkan mega acara untuk penganugerahan para calon Taipan Asia dengan nama ABLA 9th Annual Indonesia...
seharusnya bangsa ini tidaklah tepat untuk berpartisipasi dalam acara ini, bagaimana mungkin Indonesia yg notabene penghasil Mafia bisa diikutkan sebagai penghasil Businessman?? sungguh teramat lucu...
seperti yg kemarin kita saksikan Indonesia mengirimkan "Kandidat", Betul dialah Budi Li putra tunggal Dasi Soeprajitno yg juga sekaligus pewaris tunggal Dynasty Business Goup BsB - Copthorne Inc maupun Organisasi Mafia di semenanjung asia pasific. seperti layaknya putra mahkota dia dengan penuh percaya diri menghadiri acara tersebut di dampingi putri Taipan Indonesia Hary Tanoe, Valencia Tanoe.. kita bisa saksikan betapa miris bahwa setiap insan disana begitu hormatnya hingga kepala menunduk dan menjauh dari tempat semula, Jacqueline Lam dan Aparna Agrawal yg sebelumnya terlihat melambaikan tangan ke sekitar untuk para media yg meliput acara mereka bergegas menghampiri dan menyalami dengan penuh hormat kepada seorang putra mahkota Dynasty Mafia seperti layaknya orang Agung, bagaimana bisa orang umum meluapakan sepak terjang mereka??? bagaimana bisa setiap tindakan intimidasi yg selama ini mereka lakukan begitu saja mudah dilupakan dan justru berbalik hormat bak seorang pelayan terhadap Tuan nya, melihat acara tersebut sungguh tragis, acara yg diliput hampir ke seluruh penjuru asia ini menjadi ajang berkumpulnya para gembong Mafia di kawasan asia pasific ini, lalu apa manusia tidak bisa membedakan antara Mafia dan Businessman???
Begitulah cermin asia ini, tidak jauh berbeda antara Singapura dan Indonesia, sama-sama bodoh dan tidak punya akal sehat hingga tidak tahu siapa yg seharusnya dihormati dan siapa yg tidak.
Mumin Ali Gunawan, tentu kita tidak asing dengan nama ini, Betul dialah Bos Panin Group yg selama ini memonopoli kredit perumahan di seluruh Indonesia, apakah anda tahu latar belakang maupun siapa sesungguhnya orang ini???
Mumin Ali Gunawan (MAG) adalah Ipar dari Mochtar Riady pemilik tunggal Group Lippo, terkejut??? begitulah nyatanya.. Swissasia yg kita ketahui adalah perusahaan Internasional yg sudah sangat terkenal sungguh diluar dugaan disitu ada nama MAG sebagai salah satu pemegang saham nya. pada tahun 2003 MAG membeli 11,6% saham Swissasia senilai tidak kurang USD 180 juta.. Fantastis ! Darimana asal uang tersebut??? dari RAKYAT.... kita suda habis dibodohi dengan kredit angsuran rumah yg mencekik, dengan bunga 9-12% setahun jika dikalikan 10 tahun angsuran maka harga rumah itu menjadi 2x lipat... apa anda tahu berapa bunga untuk angsuran rumah di luar negeri??? tidak sampai 8%/tahun, kita tergiur dengan kemudahan yg ditawarkan oleh Bank Panin/ANZ agar kita bisa memiliki rumah tapi kita sungguh bodoh tidak mengetahui apa dibalik kemudahan itu, bunga yg tidak ubahnya seperti lintah darat berkedok ekslufif seperti Panin Bank
Keberadaan keluarga Riady di belakang Swissasia semakin tercermin dalam susunan komisaris dan jajaran direksi baru Bank Lippo, yang ternyata banyak diisi oleh orang-orang keluarga Riady. Hasil RUPS menyebutkan empat komisaris baru diangkat mewakili Konsorsium Swissasia: Rainer Silhavy, Jan G. Cherim, James C. Ng, dan Christopher Williams. Di jajaran direksi, Swissasia menempatkan Lee Heok Seng dan Mark Mc Kenny.
Diantara para komisaris itu, James C. Ng saat ini tercatat bekerja sebagai CEO dari e-New Media Company Ltd. Perusahaan itu pada 2000 diketahui membeli 72,3 juta lembar saham Across Asia Multimedia Ltd., perusahaan milik keluarga Riady dan tempat Christopher Williams sempat bekerja. Sebelum masuk e-New Media, Ng tercatat sebagai Direktur Eksekutif First Pacific, perusahaan investasi yang dimiliki keluarga Salim, sahabat lama keluarga Riady. Jadi, sebagaimana Williams, Ng boleh dikata punya hubungan dengan keluarga Riady.


Di jajaran direksi, Lee Heok Seng yang juga mewakili Swissasia adalah assistant general manager di bagian risk control management head di RZB Cabang Singapura. Yang menarik, sebagaimana dapat dilihat pada situs Life Bible-Presbyterian Church Singapura, Lee adalah penceramah pada gereja itu. Kebetulan, keluarga Riady juga penganut aliran gereja ini.
Hubungan berupa sesama penganut satu aliran gereja tak bisa diabaikan begitu saja. Jika Anda ingat kasus sumbangan ilegal James Riady kepada calon presiden Bill Clinton pada Pemilihan Presiden Amerika 1992, di situ Anda akan menemukan nama Jim Guy Tucker. Melalui mantan Gubernur Arkansas inilah Riady berkenalan dengan Clinton. Majalah Fortune pernah menulis bahwa kedekatan Riady dengan Tucker bermula dari perkenalan keduanya ketika sama-sama aktif di Gereja Presbyterian di Little Rock, Arkansas, sekitar 20 tahun sebelumnya.

Lalu sekarang pertanyaan nya apakah benar bahwa Mafia dengan Businessman itu sama???
jika kita bicara skala maka jawabannya tentu IYA.. Business kecil mungkin memang dimiliki orang-orang bersih yg sungguh-sungguh mencari tiap rupiah keuntungan demi mempertahankan kelangsungan usaha namun skala raksasa tidak ada satupun dalam area ini yg tidak tersentuh oleh Mafia, kekuatan finasial tanpa batas hanya ada dan berasal dari sini.. bukan yg lain..

Sungguh Miris...

http://m4f14m3l4yu.blogspot.com/2010/11/antara-business-dan-mafia.html
Read More

Bisnis Hitam Makin Menjadi

Leave a Comment
Sebuah Ironi dari bangsa yg menjunjung tinggi nilai moral dan etika. Di saat bangsa ini hampir tidak berdaya mengatasi kemiskinan di sisi lain ada segelintir penguasa bisnis haram yg tertawa diatas penderitaan dari tangisan rakyat jelata. para bos2 judi, club maupun aneka bisnis ilegal lain nya semakin hari semakin mengokohkan kaki nya di bumi kita tercinta.

Entah mengapa di saat seperti ini tidak ada satupun instansi negara yg mempunyai keprihatinan dan justru malah membuka pintu selebar-lebarnya terhadap bos2 bandit ini, seakan hanya demi kepentingan nya semata mengorbankan jutaan rakyat yg terhimpit dalam suatu kondisi ikatan keterpaksaan ekonomi yg berujung tingkat kemiskinan yg tidak kunjung usai dan terus bertambah

Beberapa jumlah nama yg sudah terekspos di nusantara pun seakan tidak dihiraukan, dengan menutup mata dan membiarkan praktik2 ilegal itu terus berjalan seakan itu hal biasa, kita sebut saja Tommy Winata, Yasmin, Cocong, Chin Sie Li, Apauw maupun Olo Panggabean di Medan

Tommy Winata alias TW adalah motor serangkaian bisnis kotor yg tumbuh berkembang pesat di Jakarta, daerah Raja Mas, Kunir, Gedung ITC hingga Mangga Dua Square adalah titik dimana ada beberapa lokasi kasino non-resmi (tapi resmi juga sih-red) yg buka setiap hari dan berhasil meraup untung bersih Milyar an rupiah setiap bulan nya.

Yasmin dan Cocong tiada lain dan bukan adalah penguasa Club Suncity dan sekitarnya juga punya andil besar dalam dunia mafia indonesia, dimana pada saat pembersihan lokalisasi dimulai mereka justru menyiapkan gadis2 eksklusif dengan tarif booking yg harga nya mencapai 5x lipat dari biasa nya baik lokal maupun import

Chin Sie Li, pribadi yg satu ini bisa disebut Kaisar dalam dunia mafia indonesia, dimana namanya hampir tidak terekspos publik bahkan dengan cerdik menghindar dari setiap sorot lensa yg akan menembus ke dalam  dirinya maupun keluarga besarnya, Sejumalh kasino di Jakarta mulai dari Hailai hingga di tiap sudut elit kota Surabaya sebut saja Darmo, Ngagel, Hingga TEC Center adalah segelintir dari gurita bisninya. Jaringan bisnis Chin Sie Lie tidak hanya ada di bumi indonesia tetapi juga hingga mancanegara, sebut saja Macau, Malaysia dan Singapore, dengan kuatnya regenerasi di tubuh keluarga besar CS Li ini tentu kita harus waspada bahwa keluarga besar CS Li inilah yg nantinya menjadi akar berikutnya bagi bisnis hitam di indonesia ini

Uang yang mirip-mirip dana nonbudgeter bagi para pemimpin TNI, Polri, Pemda Setemat, tokoh ormas dan OKP, termasuk wartawan, itu justru ada di bandar 303 ini. Akses ke para petinggi itu tidaklah sulit. Sebab, begitu ada sinyal mau dipromosikan sebagai salah satu petinggi, para bandar itu langsung mengirimkan kurir sebagai salam perkenalan. Hubungan itu terus terjalin secara alamiah pula.
Untuk oknum perwira tinggi TNI dan Polri misalnya, perbulan Rp 15 miliar. Sementara setingkat di bawahnya Rp 10 miliar. Turun ke bawahnya lagi, Rp 5 miliar. Begitulah seterusnya



Lalu jika seperti ini masih mungkinkah bisnis hitam negeri ini bisa dihentikan?




Sumber : http://m4f14m3l4yu.blogspot.com/2010/10/bisnis-hitam-makin-menjadi.html
Read More

Daftar 5 Calon Taipan "Underworld" Indonesia

Leave a Comment

1. Andy Winata - Kalimantan, Jakarta
Dengar namanya saja kita tentu sudah tidak asing, Iya dia adalah putra dari bos Artha Graha Group, tentu tidak mudah untuk melacak secara rinci apa yg ada di balik permainan para calon manusia super kaya ini, disamping group resmi yg berada di tangannya ada juga sejumlah bisnis berat illegal yg kita semua tahu sepak terjangnya.
Korporasi penuh intrik keluarga mafia ini sama beratnya dengan group penguasa lain diantaranya Salim, Hartono, Soeprajitno, Tanoko ataupun Sunoto yg akan menyumbang para putra mahkotanya di dalam imperium dynasty mafia Indonesia yg berkepanjangan dan tetap mengakar sampai detik ini
Andy Winata terkenal dengan sifat angkuh nya yg mudah terlihat di setiap mata yg pernah berjumpa dengan nya, dengan menyandang nama ayahnya tentu sah-sah saja jika dia mengadahkan kepalanya keatas setinggi yg dia mau untuk mendapat hormat dari orang lain,
Lulusan Monash University ini diketahui memiliki kisah asmara dengan sejumlah kalangan selebriti tanah air, nama seperti Indah kalalo, Dominique sampai Sigi Wimala disebut pernah singgah ke pelukan nya, dengan wajah yg mumpuni dan kantong yg tebal maka mudah saja dia mendapat apa yg dia mau dalam sekejap.
Dynasty Winata sendiri memang kuat untuk saat ini, disamping kita juga tahu bahwa kuatnya jaringan antar mafia maupun jaringan luar negeri tentu Andy merupakan calon yg cukup bisa diperhitungkan dalam lingkaran para jetset tanah air

2. Axton Salim - Jakarta
Dia adalah putra Anthoni Salim, atau cucu pendiri Grup Salim, Soedono Salim yang dikenal sebagai taipan paling disegani di masa pemerintahan Soeharto. Menempati posisi Direktur sejak 2009, Axton merupakan direktur termuda dari sembilan anggota dewan direksi Indofood. Selain menjadi Direktur Indofood, Axton juga menjabat sebagai Direktur di Indofood CBP Sukses Makmur yang baru saja masuk pasar modal. Sebagai salah satu cucu Soedono Salim, Axton santer disebut sebagai calon pewaris tahta kerajaan bisnis Grup Salim. Lulusan Bachelor of Science Business Administration dari University of Colorado ini memang
tidak bisa dipandang remeh, selain jaringan atas yg sudah terekspos di sisi lain pun putra mahkota ini diketahui berkawan baik dengan para mafia taipei yg mempunyai kekuasaan yg sangat kuat di tanah asia, disebut-sebut terjadinya kasus penarikan indomie tidak lain adalah indikasi bahwa ada hubungan khusus yg terjalin diantara 2 negara ini yg diwakilkan oleh Salim Family ini. Axton sendiri memiliki relasi yg cukup kuat di kalangan taipan muda indonesia ini, sehingga di masa datang tidak akan mengejutkan jika dirinya akan ada di salah satu dari 5 calon taipan di negeri ini

3. Budi Susilo Li - Surabaya, Jakarta

Lulusan Bachelor of Economic Business International dari Melbourne University ini mungkin terdengar awam bagi orang awam negeri ini, tapi jauh di dunia konglomerat tentu tidak ada yg tidak kenal keluarga besar turun temurun leluhur ini, dimulai dari kakek nya yg juga merupakan gembong nomor satu di semenanjung shanghai-shandong keluarga ini memang memiliki akar mafia yg sudah tidak diragukan lagi pengaruhnya terhadap jalan nya roda mafia di negeri indonesia, Budi Susilo yg juga merupakan putra sulung dari Dasi Soeprayitno adalah pewaris tunggal dari dynasty yg omzet nya bernilai "bersih" puluhan milyar tiap bulan nya, bisnis BsB Group yg mencakup eksport-import, container, pertambangan sumber daya alam dan juga perhotelan di Singapore maupun sejumlah bisnis riil lain nya, disamping kepemilikan sejumlah kuasa penuh atas beberapa casino, diskotik di Macau Land hingga Genting Malaysia. Budi Susilo sendiri dikenal akrab dgn sebutan nama "Li" yg berarti nama marga keluarga besarnya, Li memang pribadi yg matang dan juga bisa disebut calon terkuat untuk menjadi bos dari para bos mafia indonesia di masa datang, mengingat usia dan pengaruhnya dalam birokrasi hingga pemerintah pusat yg membuat dirinya menjadi sosok penting di balik jumlah rupiah yg tidak terbatas untuk nafas berbagai kalangan, kepiawaian Li sendiri memang tidak mengherankan karena dia adalah orang yg cukup cerdas, hebat dan "pintar" dalam bermain di dalam lingkaran penguasa yg dengan otomatis semakin mengokohkan dirinya di dalam super fondasi nomor wahid dengan lingkaran yg diisi konglomerat2 negeri ini, sebut saja nama Hari Tanu, Mumin Ali Gunawan juga Murdaya Poo Family disamping lingkaran keluarga besarnya yg masih menguasai korporat2 paling berpengaruh saat ini, selain itu dimana dibalik kekuatan finansial yg tak terbatas juga tersimpan dukungan kekuatan "Underworld" yg diprediksi akan mencapai puncaknya di generasi Li ini sendiri.

4. Abi Yapto

Namanya sering “dijual” anak-anak muda ketika berkelahi di club. Kakeknya adalah seorang patriot sejati, ayahnya seorang yang amat disegani. Mendengar nama Abi Yapto, orang sering membayangkan sosok Sonny Corleone, putra bos mafia dalam film legendaris The Godfather. Ayahnya, Yapto Soerjosoemarno disegani orang sebagai politisi kawakan yang akrab dengan himpunan pemuda di Tanah Air. Abi disebut-sebut sebagai "penerus gen" ayahnya dengan mewarisi wajah yang tampan dan kisah hidup seperti seorang Yapto muda. Namanya kian akrab terdengar setelah ia berpacaran dengan artis cantik Dian Sastrowardoyo, dan semakin sering dijadikan komoditas berita justru setelah hubungan mereka kandas. Abi sendiri saat ini sudah terlihat mulai menancapkan pengaruhnya di dunia bisnis, meski belum sebesar nama2 yg lain tapi dengan konsistensi diyakini hanya tinggal menunggu saatnya untuk Abi menjadi salah satu calon pangeran di masa datang




5. Arga Winata
Sama seperti Andy Winata yg juga merupakan trah dari keluarga Winata. Arga Winata sendiri adalah keponakan TW yg bisa dibilang agak "menyebrang" karena tingkat efektifitasnya yg tidak sering berada dalam lingkaran AG, Arga atau biasa disebut Awe adalah pribadi yg sulit ditebak jalan pemikirannya, sekilas beberapa pribadi yg pernah mengenalnya tentu tidak menyadari potensi yg ada di dalam dirinya, mesti kita ingat dengan kekuatan trah dari AG tentu akan memudahkan jalannya dikemudian hari baik itu dari segi bisnis riil maupun "Underworld", Awee adalah satu contoh hidup yg menggambarkan permainan 2 kaki nya terhadap Group mafia lainnya dimana dia juga memiliki hubungan persaudaraan kental dengan Li Family maupun Aguan Family, tidak banyak yg bisa menjabarkan tentang sosok yg satu ini dimana
dia lebih nyaman untuk menikmati masa nya daripada dia harus bersusah payah memikirkan dynasty nya itu sendiri, rumor yg beredar bahwa terakhir dia jatuh dalam pelukan seorang escort asal Macau Land yg membuatnya lebih special adalah dibenarkan bahwa gadis tersebut bekerja di salah satu Club yg dimiliki Li Family, belum ada keterangan yg resmi akan dibawa kemana hubungan ini hanya saja jika itu sampai terjadi maka akan menjadi sebuah ironi yg tidak berkesudahan karena hanya membuat namanya menjadi sebuah lelucon di dalam dunia papan atas negeri ini karena hanya sanggup menggandeng seorang escort ilegal yg berusaha hidup di Indonesia ini


http://m4f14m3l4yu.blogspot.com/2010/10/daftar-10-calon-taipan-underworld.html
Read More

Kontroversial penunjukkan Kiki Barki Makmur selaku Assisten Khusus Menteri Pertahanan RI

Leave a Comment
Baru-baru ini dimedia ada Berita Tendensius, berita tentang ditunjukkan KIKI BARKI MAKMUR selaku Asisten Khusus Menteri Pertahanan Republik Indonesia Yoegi Sugiantoro ( profesi asal Konsultan Energi ), Kiki barki makmur pengusaha nasional batu bara yang akhir-akhir ini kegiatannya dikancah politik Indonesia patut ditelaah oleh kalangan dunia usaha Nasional ataupun International. Konon awalnya WNI Keturunan Tiongkok dari Kebupaten Hokcia itu tinggal di Bandung, saat MS Hidayat  menjabat Ketua Umum Kadin Indonesia, Kiki Barki Makmur ditunjuk selaku Ketua KIKC ( Kadin Indonesia Komite China ) organisasi underbound Kadin yang bergengsi, segera setelah itu Kiki Barki Makmur tiap saat dapat dipantau kegiatannya di media, dengan dukungan para sahabatnya kelompok Hokcia yang dikelola oleh Bandar SDSB Didi Dawis bersaudara dan kelompoknya !


Ada yang mengatakan, Kiki Barki Makmur pernah memiliki Ijin Tambang di Vietnam berkongsi dengan Sofian Wanandi ( Tokoh Katholik/CSIS-USA ) dan Robby Sumampau ( Pengusaha kepercayaan alm Jenderal Katholik Benny Murdhani ) dan Pramono Anung sebagai professional yang kini sebagai tokoh PDIP dan wakil Ketua DPR-RI. Kiki Barki Makmur juga memiliki menantu yang “hebat” Sudjono Timan( Yu Tjin), saat itu Direktur Utama BUMN PT Bahana (BPUI) berhasil menggondol uang Negara US.$.126juta, dituntut 8 tahun penjara,  diganjar Mahkamah Agung RI dan kabur, serta konon dipercayai sebagai rekayasa perkawinan dengan putri Kiki Barki Makmur “diceraikan” untuk mengamankan asset keluarganya, demikian juga ada informasi Kiki Barki Makmur banyak membuat broken promise terhadap janji-janji tertulis dan lisan yang pernah diberikan kepada mitra bisnisnya. Dst.


Kiki Barki Makmur juga masuk daftar orang terkaya Indonesia di Majalah Forbes, dengan keyayaan ditaksir US.$.1,7 Milyar, perusahaan tambang batu baranya sudah go public dan  berprospek masa depan yang cerah, serta potensial menjadi pangsa pasar yang menggiurkan bagi pengguna batu bara saat harga minyak mentah dunia lebih dari US.$.70/Barel !


Membahas Kontroversial KIKI BARKI MAKMUR ini karena kegiatan yang bersangkutan tersebut, telah bertentangan dengan asas filosofi dan budaya warga Tiongkok dimana KIKI BARKI MAKMUR berasal, kalau dikaji dari sejarah budayanya, Kegiatannya aktif di KIKC dan PERPIT ( Perhimpunan Pengusaha Indonesia Tiongkok ) dan kini Staf Khusus Menteri Pertahanan RI sesungguhnya bertentangan dengan filosofi kenyamanan dan pengamanan seorang pengusaha yang kayaraya, untuk dinasti keluarganya dan kerajaan bisnisnya.

Latar belakang KIKI Barki dengan menantunya yang jadi buron serta “kedekatannya” dengan Pihak Tiongkok Daratan, potensial dijadikan lawan bisnis dan lawan aktifitas sosialnya sebagai senjata yang akan menjadi pamungkas bagi diri dan keradjaan bisnisnya. Posisi KIKI BARKI selaku Staf khusus Menteri Pertahanan RI harus mampu mengklarifikasi, issu bahwa China Komunis tahun 1965 ikut mengexport senjata bagi pemberontakan komunis yang dikenal dengan nama G30S, walaupun pihak Tiongkok senantiasa membantah kebenaran informasi tersebut, namun catatan intelijen TNI-AD menyatakan sebaliknya. Bahwa kalangan TNI dan Islam sejak lama mencurigai gerakan komunisme di NKRI dan dipercaya sampai sekarang juga belum clear 100%, sehingga patut dipertimbangkan sejarah pembukaan hubungan dagang langsung RI-RRT tahun 1985, Presiden sekuat Suharto masih perlu membentuk Tim Adhoc untuk mengetahui rekasi pihak Tiongkok Komunis dan kalangan TNI serta dunia Islam ?


Dengan latar belakang seperti itu, saya menaruh hormat luar biasa kalau memang KIKI BARKI mengetahui posisi latar belakang tersebut, masih mau jadi martir demi hubungan persahabatan RI-RRT, jangan sampai posisi staf khusus Menteri Pertahanan RI hanya difokuskan dengan penghasilan bisnis jual beli senjata untuk kepentingan RI dan Negara lain, bias celaka dua belas kalau awal niatnya Cuma cari duit ?


Posisi KIKI BARKI yang strategis tersebut, pasti dicurigai pihak-pihak tertentu, apakah KIKI BARKI mengemban dokrin pihak asing yang akan mengetrapkan : “ Neo Kolonial numpang neo liberal? ” .Ekonom kita terjajah dengan Pemikiran Ekonomi Klasik mahzab Neo Keynsian…………….Milton Friedman. ………Jelas Teori ekonomi makro adalah “instrumen” untuk menjajah negara, dengan menjajah para elit, pemikir ekonomi & penentu kebijakan. Selanjutnya, berlangsung “neo kolonialisme” dengan Keuangan, Perdagangan, Industri, Kesehatan Telekomunikasi, Pertanian, Persenjataan, dengan instrumen Kelembagaan dunia: WTO, WHO, GATT, HAM dlsb. Dimana latar belakang koneksinya dengan pribadi Menteri Pertahanan RI yang dulunya Konsultan Energi dan sekarang karib Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan posisi keuangan yang dimiliki serta jaringan politik dan bisnisnya saat menjabat Ketua KIKC memungkinkan KIKI BARKI menjalankan tugas-tugas intelijen sekaliber itu, suka atau tidak suka dia qualified untuk  mewujudkan mission imposible itu?

Pepatah kuno yang berujar “ Orang takut terkenal, babi takut gemuk” sedangkan ajaran Filsuf Ekonomi Tiongkok kuno Zhuxi’s  ( 朱熹 ); “存天理, 滅人欲””Untuk menegakkan keadilan, kita menghapus nafsu jahat manusia”kelihatannya tidak berarti untuk KIKI BARKI, pada intinya kita simpulkan, KIKI BARKI telah menempatkan TARUHAN BESAR atas Posisi Kekayaan dan keselamatan keluarganya untuk tugas yang sangat dapat diartikan bercabang-cabang itu, negatip atau positip, konstruktip atau destruktif, biarlah sejarah nanti yang akan mencatatnya !
Tan Yu Hok, Hongkong






Dengan kekayaan yang diperkirakan berkisar hingga US$1,7 miliar, pria berusia 73 tahun itu masuk dalam jajaran 40 orang terkaya di Indonesia.
Kiki Barki adalah pengendali perusahaan di PT Harum Energy Tbk. Kini PT Harum Energy yang merupakan grup perusahaan Tanito Coal berhasil mencatatkan diri sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia.

Group perusahaan ini adalah pemegang kontrak kerja dengan pemerintah. Daerah kerja mereka mencakup Blok Kutai (termasuk Kutai Barat). Salah satu anak perusahaan yaitu PT Tanito Harum telah beroperasi selama lebih dari 20 tahun di Kutai Basinfor.
Read More

Jika RI Mau Keluar dari Daftar Hitam FATF, Kasus BNI Harus Diselesaikan

Leave a Comment
Satuan tugas internasional yang memantau penanganan masalah pencucian uang di tiap negara, Financial Action Task Force on Money Laundering (FATF), menekankan, Indonesia harus menyelesaikan beberapa kasus besar, termasuk kasus pembobolan Bank Negara Indonesia, jika Indonesia ingin keluar dari daftar hitam FATF. FATF mengharapkan, orang-orang yang bersalah dan terkait dalam kasus pembobolan Bank BNI dihukum.

Keberhasilan atas penanganan kasus pembobolan Bank BNI akan menjadi nilai tambah (credit point) yang amat berarti bagi Indonesia untuk keluar dari daftar hitam FATF. Hal itu dikemukakan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein, Rabu (23/6).

Yunus, pekan lalu, menghadiri pertemuan FATF di Seoul, Korea Selatan, yang merupakan pertemuan tahunan Asia Pacific Group on Money Laundering dan pertemuan bilateral PPATK dengan FATF. Karena peserta kedua pertemuan itu sama, pertemuan tersebut disatukan.

"Mereka bilang, ?Kalau Anda mau hebat benar, cepat-cepat bebas dari daftar hitam FATF, kasus-kasus besar seperti Bank BNI harus segera diselesaikan dan orang-orang yang bersalah benar-benar dihukum.? FATF ingin melihat contoh penerapan Undang-Undang (UU) Antipencucian Uang, jangan cuma ngomong doang," kata Yunus.

Sejak bulan April, Indonesia masuk daftar hitam FATF bersama Kepulauan Cook, Nigeria, Guatemala, Myanmar, Nauru, dan Filipina. Konsekuensi dari masuk daftar hitam FATF adalah besarnya berbagai biaya operasional dalam transaksi internasional. Bulan Juli mendatang, sidang plenonya, FATF akan membahas negara-negara yang ada di daftar hitam itu.


Menurut Yunus, sejumlah negara yang berpengaruh di FATF, termasuk AS, menyatakan kalau kasus pembobolan Bank BNI berhasil diungkap tuntas serta penegakan hukum atas kasus tersebut berjalan dengan bagus, keberhasilan itu dapat menjadi credit point untuk Indonesia. "Ini bisa membantu memberikan citra yang bagus bahwa implementasi UU Antipencucian Uang sudah baik, enggak main-main," katanya.


Pada bagian lain, Yunus meluruskan berita Kompas berjudul "Hanya Lima Persen Transaksi Mencurigakan yang Diproses" (Kompas,17/6). Yunus menjelaskan, dari 700 laporan transaksi keuangan mencurigakan (LTKM) yang disampaikan penyedia jasa keuangan, 99 kasus yang terdiri atas 271 LKTM telah disampaikan ke penyidik.


Surat DPR
Sementara itu, seusai rapat tertutup Panitia Kerja (Panja) DPR tentang Bank BNI dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI) Anwar Nasution mengatakan, BI sudah melakukan pemeriksaan atas sejumlah rekening yang diperkirakan menerima dana dari pembobolan Bank BNI melalui surat kredit (L/C) fiktif Bank BNI.

Akan tetapi, BI sampai saat ini belum dapat memberikan hasil pemeriksaan aliran dana itu kepada Panja Bank BNI dan Bank BRI. "Jelas kami bisa memberikan aliran dana itu. Namun, yang diperlukan adalah surat dari DPR agar BI dapat dilindungi secara hukum untuk membuka rekening itu. BI memang ada kewenangan membuka, tetapi untuk menyerahkannya ke DPR kami minta supaya mereka yang bertanggung jawab jika sudah diberikan kepada DPR," katanya.

Ditanya berapa rekening yang sudah diperiksa dan sampai di level berapa aliran dananya, Anwar tak mau mengungkapkan. "Kami tahu aliran dana itu. Akan tetapi, bagaimana alasannya dari aliran dana itu ditransfer ke sana, itu polisi yang memeriksa. Dari mana dananya, apakah mungkin dia berjualan apa, BI tidak tahu alasannya apa, dan dari mana dananya. BI itu bukan penegak hukum yang melakukan pemeriksaan sampai ke situ," lanjutnya.

Anwar menegaskan, surat permintaan ke BI itu harus ditandatangani Ketua DPR. "Maksudnya, kalau ada apa-apa dengan data yang dikirimkan BI, itu menjadi tanggung jawab DPR," ujarnya. Sedangkan anggota Panja Bank BNI Anthony Zedra Abidin menyatakan, dalam rapat Panja Bank BNI itu ada tiga hal yang diminta DPR kepada polisi, BI, maupun direksi Bank BNI.

"Pertama, supaya pemeriksaan polisi berjalan dengan efektif. Karena, selama ini yang masih ditahan polisi justru pelaku-pelaku dari Bank BNI, akan tetapi mereka yang menerima aliran dana masih berkeliaran. Ada kesan bahwa pemeriksaannya lamban," katanya.


"Kedua, bagaimana supaya tingkat pengembalian dari dana sebesar Rp 1,7 triliun yang dibobol lewat L/C fiktif itu bisa dikembalikan secara optimal. Sampai saat ini recovery rate-nya masih nol. Itu yang sangat menyakitkan. Yang ketiga, BI harus memperbaiki lagi secara serius sistem pengawasan perbankan," ujarnya. (fey/har)



http://www.ppatk.go.id/berita.php?nid=141
Read More

Peran SBY, Sri Mulyani dan Bisnis 9 Naga

Leave a Comment

Mengingat kembali kasus pajak Paulus Tumewu (bos Ramayana) yang kewajiban pajaknya ‘diputihkan’ oleh Sri Mulyani di 2006-2007


Bos Ramayana (Paulus Tumewu) itu, kebetulan bagian dari para pemimpin 9 Naga, berhutang pajak Rp 399 miliar (nilai pokok). Jika dihitung dengan denda pajak 4 kali lipat (Rp 1,6 triliun), total kewajiban pajak Paulus Tumewu mencapai Rp 2 Triliun.


Paulus Tumewu ‘sengaja’ tidak mengisi SPT Pajak dgn benar untuk ‘memangkas’ nilai pajaknya dan merugikan negara Rp 399 Miliar. Ketika itu (2006), penyidikan pajak Paulus Tumewu (Bos Ramayana) sudah mencapai level P21 alias siap maju ke pengadilan. Mendadak, Sri Mulyani (Menkeu) mengeluarkan ‘surat sakti’ yang kemudian menghentikan penyidikan pajak Paulus Tumewu. Alhasil, pada 27 Januari 2007, Kejaksaan Tinggi Jakarta pun menghentikan kasus pajak Paulus Tumewu. Thanks to Sri Mulyani.


Negara pun kehilangan potensi penerimaan pajak dan denda dari Paulus Tumewu senilai Rp 2 Triliun. Paulus Tumewu pun hanya dikenakan total kewajiban pajak senilai Rp 40 miliar saja. Pertanyaannya, kenapa Sri Mulyani ‘melindungi’ kasus pajak Paulus Tumewu?.


Dan tahukah kamu, Paulus Tumewu (Bos Ramayana) adalah adik ipar Eddy Tansil si Buronan Rp 1,3 triliun. Dan Paulus Tumewu adalah bagian dari 9 naga yang memang memiliki ‘perjanjian khusus’ dengan kelompok Demokrat.


Perjanjian khusus itu adalah 9 Naga support dana ke Partai Demokrat, sebaliknya Demokrat melindungi bisnis 9 Naga. Itulah kenapa Sri Mulyani begitu melindungi bisnis dan sengketa klan 9 Naga seperti pada kasus pajak Paulus Tumewu.


Sri Mulyani juga telah ‘menolong’ kasus pajak Asian Agri milik Sukanto Tanoto (Raja Garuda Mas) Dan Sukanto Tanoto yang bernama asli Tan Kang Hoo adalah bagian dari klan 9 Naga. Sukanto Tanoto via Asian Agri memiliki tunggakan pajak senilai Rp 2,6 triliun yang kemudian ditolong Sri Mulyani. Setelah Sukanto Tanoto menghadap SBY pada 2007, semua beres. SRi Mulyani memutihkan pajak Asian Agri.


Tak hanya itu, Sri Mulyani juga telah menyelamatkan aset-aset milik Budi Sampoerna di Bank Century senilai Rp 900 M. Dari dana nasabah senilai Rp 1 T di Bank Century cabang Surabaya, 90% milik Budi Sampoerna. Ketika Bank Century dalam masalah, Budi Sampoerna ‘minta tolong’ ke SBY dan Sri Mulyani tentang dana Rp 900 M itu. Alhasil, Sri Mulyani mendesak bail out Bank Century dgn alasan ‘Takut terjadi rush’, padahal utk selamatkan dana Budi Sampoerna


Dan jangan lupa, pertanyakan alasan pemerintahan SBY kekeh lindungi Sinarmas dalam kasus ilegal logging versus GreenPeace. Sri Mulyani & SBY telah memberikan perlindungan kpd Paulus Tumewu, Sukanto Tanoto, Budi Sampoerna, Eka Tjipta (Sinarmas).


Eits, tunggu dulu, masih ada lho hubungan Sri Mulyani, SBY dan 9 Naga.


Mochtar Riady (Lippo) dan Eka Tjipta (Sinarmas) masuk dalam Daftar Orang Tercela (DOT) Bank Indonesia. DOT Bank Indonesia diberikan pada bankir2 yang bikin negara ini hancur pada krisis 1998. Dan berdasarkan aturan, orang2 yang masuk DOT tidak boleh memiliki bank hingga 20 tahun (tahun 2023).


Anehnya, Mochtar Riady kini memiliki lagi bank bernama Bank Nobu, atas seizin pemerintah. Eka Tjipta (Sinarmas) pun memiliki lagi bank Sinarmas setelah mengakuisisi Bank Shinta, seizin pemerintah.


Heran?? Biasa ajah, memang ada perjanjian khusus kok antara Sri Mulyani, SBY dengan 9 Naga.


Masih ada lagi doong… Indofood milik grup Salim jangan dilupakan. Grup Indofood milik Salim Grup juga punya kasus pajak Rp 1 Triliun, yang juga ‘ditolong’ SRi Mulyani. Sejak mulai diselidiki, nggak pernah kedengaran lagi tuh kasus pajak Indofood pas jaman Sri Mulyani jadi Menkeu.


So, sudah berapa Naga tuh yang ‘ditolong’ kasus pajak dan pengamanan bisnisnya oleh Sri Mulyani?


Mari kita hitung !


Paulus Tumewu (Ramayana), Sukanto Tanoto (Asian Agri), Budi Sampoerna (Sampoerna Grup), Eka Tjipta (Sinarmas). Lalu ada Mochtar Riady (Lippo), Keluarga Salim (Indofood), huhuhu.. Banyak yah yang ditolong kasus2nya o/h Sri Mulyani.


Oh iya, jangan lupa grup Artha Graha milik Aguan dan asistennya Tommy Winata. Ditolong oleh Sri Mulyani juga lho. Masih ingat kan kasus penangkapan Erik, analis Bahana Securities gara2 proyeksikan 10 bank dalam keadaan bahaya.


Masih ingat kan kasus penangkapan Erik, analis Bahana Securities gara2 proyeksikan 10 bank dalam keadaan bahaya. Erik, menganalisa bank Artha Graha, Century dsb dalam keadaan bahaya dan bisa kolaps (Sebelum kasus Century) Tiba2, kepolisian langsung menangkap Erik karena analisanya itu, tentunya atas perintah Tommy Winata. Padahal, 8 bank dari 10 bank yang dianalisa Erik akan kolaps, BETUL KOLAPS ! termasuk Century.


Jadi, Erik seharusnya tidak DITANGKAP, karena analisanya 80% BETUL. Di tahanan, Erik menolak revisi analisanya karena ia yakin betul secara kelimuan itu akan terjadi. Dan Tommy Winata pun ‘hanya’ meminta Erik minta maaf dan mencabut analisanya. Erik Bahana tolak minta maaf dan Sri Mulyani pun tidak bisa apa2 dan memilih ‘MENDUKUNG’ Tommy Winata. Akhirnya, istri Erik Bahana langsung minta maaf kepada grup Artha Graha, Erik pun dibebaskan asal tdk banyak bicara


So, jangan heran kalau 9 Naga bisa hidup enak karena dilindungi oleh Sri Mulyani dan SBY.


Source: Ratu Adil
Read More
Diberdayakan oleh Blogger.