Okto Malik

Melihat masalah dalam kacamata yang berbeda, dengan dukungan data dan fakta. Spy bisa memperkaya wawasan diri, serta pembaca

author

Pater Beek, Kasbul dan Jokowi

Leave a Comment
M. Sembodo penulis buku ‘Pater Beek, Freemason dan CIA’ menulis tentang gerakan apa yang disebut Kasbul (Katholik Sebulan). Dalam sebuah situs ‘tikus merah’ Sembodo mengulas skenario gerakan Kasbul, termasuk pengkaitan gerakan rahasia ini dengan pencapresan Joko Widodo (Jokowi). Berikut tukilannya:
Kasbul merupakan ajang bagi Pater Beek untuk mendidik kader-kader Katolik yang militan. Awalnya, tempat kaderisasi terletak di Asrama Realiono, Yogyakarta. Letak asrama ini tak jauh dari kampus Universitas Sanata Dharma di Jalan Gejayan (sekarang bernama Jalan Afandi) Yogyakarta. Di tempat inilah para kader Katolik muda dididik untuk menghadapi kaum Komunis dan Islam.
Pater Beek memang dikenal sebagai rohoniawan yang anti Komunis. Sebelum peristiwa 1965 pecah, Pater Beek mendidik mahasiswa-mahasiswa Katolik dalam Kasbul untuk melawan kekuatan Komunis.
Richard Tanter (1991) menyatakan:

Bagi (Pater) Beek, ada dua musuh besar bagi Indonesia maupun bagi Gereja, yaitu Komunisme dan Islam, di mana ia melihat keduanya memiliki banyak keserupaan: sama-sama memiliki kualitas ancaman.”
Oleh sebab itu, Pater Beek mengkonsolidasi kekuatan untuk melawan Komunisme yang saat itu kuat di Indonesia. Ia kumpulkan mereka untuk diberi pendidikan. Terutama yang dihimpun adalah mahasiswa-mahasiswa Katolik dari berbagai daerah. Dalam buku berjudul “Bayang-bayang PKI” (1986) dijelaskan:
“Selama bertahun-tahun Pater Beek memang telah menghimpun dan membina anak-anak muda, terutama mahasiswa, untuk ditempa sebagi kekuatan anti-komunis. Basis utamanya adalah PMKRI (Pergerakan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia), yang saat itu merupakan organisasi underbouw Partai Katolik.
Tokoh-tokoh PMKRI pula yang kemudian banyak terlibat dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI). Dengan pengaruh dan jaringan anti-komunis yang kuat itu, tak heran banyak dugaan bahwa Pater Beek memainkan peranan penting dalam gerakan anti-komunis. Antara lain, ia sering disebut-sebut sebagai penghubung antara AD dan CIA.”
image
Keterlibatan Pater Beek adalam gerakan anti Komunis juga ditulis oleh Oei Tjoe Tat (1995) dalam memoarnya. Ia memberikan kesaksian sebagai berikut:
“Pater Beek itu, saya lihat pertama kali setelah saya dibebaskan. Saya di dalam tahanan mendengar dari orang-orang PNI, BAPERKI, PKI, dan sebagainya bahwa Pater Beek ini adalah agen CIA. Dia membina pemuda-pemuda keturunan Katolik, terutama pemuda-pemuda keturunan Tionghoa-Katolik, untuk antara lain membakar gedung Kedubesan RRT, membakar gedung Universitas Res Publika dan menghancurkan semua gedung-gedung PKI atau rumah-rumah orang PKI. Ini dianggap ultra-kanan. Selama saya mendengarkan itu, saya di RTM. Bagaimanapun saya Katolik. Jadi, ada seorang pastur Katolik begitu, saya diam. Tapi pada waktu saya diperkenalkan dengan Pater Beek dan datang ke sini [RTM-red] kemudian, dia mengaku. Dia bilang begini pada saya, “Kalau pak Oei perlu sesuatu dari…, saya bisa. Ali Moertopo, semua jenderal.” Saya dengar dia ini membantu Liem Bian Koen dan Liem Bian Khie, Sumarlin. Semua ini di bawah dia. Dia juga kuat di PMKRI.”
Ketika PKI ditumpas pasca Peristiwa 1965, Pater Beek, lewat Ali Moertopo, menyerahkan 5.000 nama orang-orang PKI pada CIA. Hal ini terungkap ketika wartawati Amerika Serikat, Kathy Kadane yang mewawancarai mantan pejabat Kedubes Amerika Serikat di Jakarta, pejabat CIA dan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.
Ia mendapatkan pengakuan dari nara sumbernya itu. Salah satu yang diwawancarai adalah Lydman—mantan wakil kepala misi Kedubes Amerika Serikat di Jakarta. Dalam wawancara tersebut Lydman mengatakan pengumpulan nama-nama orang PKI selain dilakukan oleh stafnya juga dibantu oleh Ali Moertopo.
Lantas bagaimana nasib 5.000 nama orang-orang komunis tersebut? Robert J Martens yang saat Peristiwa 1965 pecah menjabat sebagai Sekretaris I Kedubes Amerika Serikat melakukan pengecekan terhadap 5.000 orang dalam daftar itu.
Dari hasil pengecekannya didapatkan semua orang yang terdapat dalam daftar itu ditangkap dan kemudian dibunuh. Menanggapi pembunuhan tersebut, Pater Beek dalam wawancaranya dengan Aaad van Heuvel (1993) dengan ringan mengatakan: “Masalahnya mereka atau kita (yang dibunuh).”
Setelah orang-orang Komunis ditumpas, entah apa alasannya, pada tahun 1967 tempat pendidikan Kasbul di pindahkan ke Klender, Jakarta Timur. Menurut Mujiburrahman (2006) tempat di Klender dikelola oleh seorang suster bernama Mathilda Maria Van Thienen. Dari wawancara dengan sang suster, Mujiburrahman mendapatkan keterangan bahwa asrama di Klender terdiri dari tiga blok dengan 72 ruangan dan 114 tempat tidur. Biasanya Pater Beek akan datang empat kali dalam setahun memimpin acara Kasbul.
Sistem Kaderisasi dalam Kasbul
Dalam setiap pelatihan Kasbul, biasanya diikuti oleh 100 orang, 10 di antaranya adalah perempuan. Mereka merupakan kader-kader Katolik terpilih dari berbagai daerah dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Supaya bisa mengikuti kaderisasi yang sifatnya rahasia ini, seseorang harus mendapatkan rekomendasi dari romo di tempatnya berasal. Pendanaan dari acara ini sebagian besar didapatkan dari luar negeri, terutama Belanda dan Jerman.
Aturan Kasbul memang cukup berat. Seseorang yang telah mengikuti Kasbul dilarang keras menceritakan keikutsertaannya pada orang lain, baik pada keluarga maupun teman. Sebelum pelatihan, mereka akan menjalani serangkaian test psikologi.
Test ini digunakan untuk mengatahui sifat dan keahlian seseorang yang kelak diperlukan sewaktu melakukan penugasan. Sedangkan untuk menyembunyikan identitas seseorang, maka selama pelatihan nama diubah sehingga antara satu peserta dengan peserta yang lain tidak saling mengenal identitas sebenarnya.
Metode pelatihan yang diterapkan Pater Beek dalam Kasbul merupakan kombinasi antara kaderisasi Katolik ala Jesuit dan Komunis. Oleh karena itu, tak mengherankan kalau selama kaderisasi dididik dengan disiplin yang keras. Menurut Mujiburrahman, selama pelatihan tak jarang mereka harus terlibat dalam adu fisik, direndahkan dan dilecehkan guna menggembleng mental. Apa yang diungkapkan Mujiburrahman juga dibenarkanoleh George J. Aditjondro:
“Dalam kegiatan Kasbul itu bukan cuma indoktrinasi yang dilakukan, bahkan latihan fisik yang mendekati latihan militer juga diberikan. Di sana para kader dilatih menghadapi situasi jika diintrograsi oleh lawan. Bagaimana meloloskan diri dari tahanan, bagaimana survive dan sebagainya.”
Sementara itu, Richard Tanter juga memberikan pendapat yang serupa:
“Dalam pratiknya, kursus-kursus tersebut mengambil metode campuran, perpaduan teknik-teknik pendidikan Jesuit dan Komunis, berbasiskan disiplin diri yang kuat. Kursus atau pelatihan-pelatihan ini diselenggarakan dengan pendekataan yang amat brutal atas para pesertanya: para calon kader bahkan kerap kali diharuskan saling menghajar atau memukul rekan-rekan sepelatihannya sendiri, dihina dengan keharusan merangkak di lantai yang penuh dengan kotoran, sesi-sesi harian yang panjang penuh dengan umpatan mengejutkan di tengah malam buta.”
Selain cara-cara yang telah diuraikan di atas, mereka juga diharuskan puasa sepanjang hari dan berdoa semalam suntuk. Hal seperti itu juga dilakukan oleh Pater Beek. Sementara itu, bagi peserta pelatihan yang melanggar disiplin yang telah ditetapkan akan dihukum, dan apabila sudah berulang-ulang melakukan kesalahan, maka akan dipulangkan.
Dalam Kasbul seseorang juga diuji kejujurannya. Sebagaimana dituturkan Mujiburrahman, cara pengujian ini dilakukan Pater Beek dengan cara meletakkan uang pada sebuah buku yang sering dibaca oleh peserta. Bila uang itu hilang, maka Pater Beek akan melakukan investigasi.
Ia akan mencoba mengidentifikasikan siapa yang mengambil uang tersebut. Pertama-tama ia akan menanyai penjual dikompleks pelatihan itu. Apabila uang tidak ditransaksikan di tempat itu, maka ia menanyai orang-orang yang dicurigai. Dan setelah uang ditemukan, ia akan menghukum orang tersebut.
Setelah Komunis berhasil dihancurkan oleh Orde Baru, sasaran Pater Beek pindah ke Islam. Teori Pater Beek tentang Islam sebagai ancaman dikenal sebagai teori “Lasser Evil Theory (Teori Setan Kecil).” Dalam teori itu dibabarkan bahwa setelah komunis berhasil dihancurkan oleh tentara, maka akan muncul dua ancaman. Tentang dua ancaman ini George J. Aditjondro memberikan uraian sebagai berikut:
“Setelah komunis dihancurkan oleh tentara, (Pater) Beek melihat ada dua ancaman (setan) yang dihadapi kaum Katolik di Indonesia. Kedua ancaman sama-sama berwarna hijau, Islam dan tentara. Tapi Beek yakin, tentara adalah ancaman yang lebih kecil (lasser evil) dibandingkan Islam yang dilihatnya sebagai setan besar. Berdasarkan pikiran itulah maka perintah Beek kepada kader-kadernya adalah rangkul tentara dan gunakan mereka untuk menindas Islam.”
Tentang pilihan Pater Beek memilih Orde Baru dan tentaram ditekankan Ricarad Tanter sebagai berikut:
“Pemilihan semacam ini dibenarkan (Peter) Beek, dengan dalih sungguh pun banyak kesalahan yang dilakukan yang dibuat oleh Soeharto, watak Komunis maupun Islam yang tidak dapat diterimanya, membuatnya tidak bisa memilih lain, selaian memberikan dukungan atas “the lesser evil (tentara).”
B. Suryasmoro Ispandrihari, salah satu narasumber Mujiburrahman dalam desertasinya yang pernah ikut Kasbul pada tahun 1988, mengungkapkan bahwa para peserta diajarkan untuk menjadikan Islam sebagai musuh yang menakutkan.
“Islam adalah musuh Katolik… Dan jika diperlukan lulusan Kasbul harus mengambil senjata untuk berjuang melawan Islam,” begitu penuturan B. Suryasmoro Ispandrihari menirukan ucapan salah seorang pengajarnya di Kasbul.
Pernyataan Suryasmoro Ispandrihari juga dibenarkan oleh Damai Pakpahan seorang peserta Kasbul tahun 1984 dan sekarang menjadi aktivis LSM di Yogyakarta. Karena doktrin dalam Kasbul yang Islamphobia, membuat Damai Pakpahan memilih keluar dari jaringan Kasbul. Apa yang dilakukan oleh Damai Pakpahan juga dilakukan George J. Aditjondro. Ia menuturkan sebagai berikut:
“Saya sendiri juga pernah menjadi kader Pater Beek dan dilatih melawan komunis. Tapi seperti juga Wangge, ketika CSIS sudah menjadikan Islam sasarannya, dan karena CSIS menjadi tanki pemikir rezim Suharto, juga karena ikut berdarahnya tangan CSIS di Timor Timur, saya tidak bisa lagi tetap berada dalam jaringan pengikut Pater Beek.
Epilog: Setelah Katolik Dipinggirkan Soeharto
Setelah selesai kaderisasi para lulusan Kasbul diharuskan setia pada Peter Beek. Bentuk kesetiaan ini selain taat menjalankan perintah juga diharuskan membuat laporan setiap bulan. Tentang hal di diungkapkan oleh Ricard Tanter:
“Setelah hari-hari yang melelahkan, dalam jam tidur yang mat pendek, dan lain sebagainya, hasil akhirnya adalah: menjadi seorang kader yang sepenuhnya setia, patuh kepada Beek secara personal; menjadi orangnya Beek seumur hidup, yang bersedia melakukan apa saja baginya.
Ketika para kader itu dipulangkan ke habitat asalnya, orang-orang muda ini kemudian diminta untuk menghasilkan laporan bulanan atas segala hal yang mereka dengar dan lihat di dalam organisasi masing-masing, yang dilakukan untuk Beek dan demi Beek seorang. Secara bertahap Beek membangun kepentingan dirinya, sebuah jaringan—kerja intelejen personal. Bagi pimpinan-pimpinan Gereja yang mendukung program Beek, maka hasilnya tentu akan memuaskan.”
Apa yang diungkapkan Richard Tanter memang benar. Para lulusan Kasbul kemudian dibuatkan jaringan yang dikembangkan dengan sistem sel. Masing-masing sel dipimpin oleh seorang koordinator yang berhubungan dengan koordinator sel-sel lainnya. Dengan sistem ini, selain organisasinya rapi, juga memungkinkan gerakan yang efektif. Sementara itu, para lulusan terbaik akan dikirim ke luar negeri.
Posisi politik Kasbul memang tidak konsisten. Setelah melawan Komunis, Islam, mereka kemudian bergeser melawan Soeharto. Ini terjadi ketika pada tahun 1990-an Soeharto mulai merangkul Islam dengan merestui berdirinya ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), dan posisi CSIS mulai disingkirkan.
Sejak kejadian itu, bandul politik Kasbul menjadi anti Soeharto. Tidak mengherankan kalau kemudian kader-kader Kasbul disebar masuk ke dalam gerakan prodemokrasi. Tentu saja sebagian dari kader-kader Kasbul masuk dalam PRD (Partai Rakyat Demokratik) yang pada waktu itu paling keras melawan orde baru.
Pencapresan Jokowi
Sekarang, setelah Soeharto jatuh, dalam demokrasi terbuka, kader-kader Kasbul menyebar lagi. Mereka tentu akan terus terlibat dalam politik. Menjelang Pemilu 2014, mereka tentu mempunyai kepentingan untuk mendukung calon presiden tertentu.
image
Ajianto Dwi Nugroho, misalnya, kader Kasbul lulusan Fisipol UGM, belakangan ikut terlibat menggalang kekuatan untuk memajukan Jokowi sebagai presiden. Lewat lembaga yang dimilikinya yang sebagian stafnya alumni Kasbul, dia ikut momoles pencitraan Jokowi dalam berbagai media.
Kerja Ajianto Dwi Nugroho bisa dijadikan contoh bagaimana kader-kader Kasbul bekerja. Sewaktu mahasiswa, ia masuk dalam lingkaran pers mahasiswa UGM, Balairung. Sembari di Balairung ia mendekat pada gerakan mahasiswa semacam SMID (Solidaritas Mahasiswa untuk Demokrasi) Yogyakarta dan Dewan Mahasiswa UGM. Walaupun agak terlambat, ia kemudian masuk menjadi anggota PRD pada tahun 1999.
Untuk survive ia sempat berpacaran dengan mahasiswi beragama Islam dan berkerudung, guna membiayai hidupnya. Dengan pelatihan yang diperoleh ketika mengikuti Kasbul, ia bisa mengambil peran dalam setiap perubahan politik yang ada. Itulah salah satu kelebihan kader-kader Kasbul.
Yang terbaru adalah ketika Jacob Soetoyo melalui jasa lobi Paus Fransicus kepada Presiden Obama dalam pertemuan mereka di Vatikan pada 27 Maret 2014 lalu. Paus meminta kesediaan Obama untuk mendesak kelompok kristen Indonesia melonggarkan kendali mereka terhadap Jokowi. Kelompok kristen Indonesia itu selama ini berkuasa atas diri Jokowi melalui peran James Riady yang juga merupakan anggota Arkansas Connection yang memiliki kaitan erat dengan penguasa Gedung Putih.
Atas restu Paus dan izin Obama, Jacob Soetoyo mempertemukan Jokowi dengan sejumlah duta besar di kediamannya, di bilangan Jakarta Selatan. Tidak tanggung-tanggung, Jacob mempertemuan Jokowi beserta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan dubes-dubes negara “hiu.” Meski demikian, sejatinya, Duta Besar Vatikan untuk Indonesia adalah sebagai tuan rumah pertemuan itu. Kediaman Dubes Vatikan tentu tidak mungkin digunakan menyambut para tamu agung itu karena akan merugikan posisi politik Jokowi di mata umat Islam Indonesia.
Jacob memang lebih dikenal sebagai pengusaha. Tapi, dalam konteks menjadi fasilitator pertemuan Jokowi-Mega dengan para duta besar tersebut, tentu kapasitasnya sebagai bagian dari CSIS (Centre for Strategic and International Studies).
Sudah banyak yang tahu bahwa CSIS merupakan lembaga pemikir orde baru yang memberikan masukan strategi ekonomi dan politik pada Soeharto. Tapi, yang belum banyak diketahui adalah hubungan CSIS dengan organisasi fundamentalis Katolik dengan Kasbul tadi.
Keberhasilan elit Katolik merebut kendali atas diri Jokowi, sayangnya ditumpangi oleh elit dan kader – kader eks partai komunis atau simpatisan PKI yang kebetulan di wilayah Surakarta, Klaten, Sragen, Sukoharjo dan Boyolali, banyak aktifis dan kader PKI yang menjadi penganut Katolik untuk menghindar dari penangkapan oleh aparat saat operasi pembersihan eks PKI dilancarkan di masa – masa awal orde baru. Mereka, para elit dan kader komunis ini kemudian menjadi penumpang gelap dalam tim sukses atau pendukung Jokowi di mana – mana terutama di Jawa Tengah dan Jakarta.
image
Meski kelompok Katolik berhasil mendobrak benteng pertahanan Faksi Kristen PDIP terhadap pengendalian atas diri Jokowi, Faksi Kristen tetap ngotot dan terus berusaha agar tetap mendapat ruang kendali atas diri Jokowi, walaupun tidak sepenuh dan sekuat saat Jokowi belum direbut Faksi Katolik dan Komunis.
Sejarah baru peta kekuatan politik di Indonesia sedang ditorehkan. Faksi Kristen, Katolik dan Komunis yang sebelumnya selalu bermusuhan, kini bersatu (untuk sementara) dalam rangka mendukung kemenangan capres Jokowi dalam pilpres 2014.
Bagaimana posisi umat Islam Indonesia ? Seperti biasa, meski Islam mayoritas di Indonesia (87%), namun tak berdaya dan tak mampu bersatu.
Seperti buih di lautan ….
Read More

Perampokan Berjamaah Uang Negara di Pertamina dan TPPI

Leave a Comment
PT, Pertamina (Persero) memang selalu bernasib sial. Dari jaman ke jaman BUMN terbesar pengelola kekayaan alam minyak dan gas bumi Indonesia dan penanggung jawab pemenuhan kebutuhan migas rakyat itu selalu menjadi bancakan para perampok menyaru pejabat dan pengusaha. Setelah kemarin Dahlan Iskan gagal menoreh korupsi sebesar Rp. 39.8 triliun melalui KSO 40 Sumur Migas Backbone Pertamina EP, kini kita review kembali perampokan terhadap Pertamina yang sudah merugikan negara lebih Rp. 17 triliun.
Salah satu kasus korupsi terbesar di Indonesia yang sampai hari ini belum tuntas penyelesaiannya adalah kasus korupsi PT. Trans Pasific Petrochemical Indonesia yang biasa disingkat TPPI. Kerugian negara yang ditimbulkan oleh TPPI adalah sekitar Rp. 17 Triliun.
TPPI merupakan perusahaan petrokimia dan refinery (kilang minyak) terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan penghasil produk-produk seperti Aromatics (BTX) yang berlokasi di Tuban, Jawa Timur, Perusahaan ini juga memproduksi produk-produk BBM lain seperti Kerosene, Diesel Oil, dan lain – lain.
TPPI didirikan tahun 1995 oleh Hashim Djojohadikusumo, Njoo Kok Kiong alias Al Njoo dan Honggo Wendratno, Pada waktu berdirinya, Hashim Djojohadikusumo memiliki saham 50% di #TPPI , sisanya dimiliki oleh Al Njoo dan Honggo.
Pada tahun 1997 Hashim Djojohadikusumo pemilik grup Tirtamas ini terlibat utang macet senilai Rp. 17 triliun kepada para pihak yang sebagian besar adalah BUMN dan institusi keuangan negara.
Utang TPPI terdiri dari utang ke perusahaan domestik Rp. 9 triliun, Pertamina Rp. 5 trliun, PPA Rp. 3 trilium, BP Migas Rp. 1 triliun. Untuk membayar utang tersebut, Hashim menyerahkan TPPI ke BPPN yg selanjutnya direstrukturisasi tanpa melibatkan Hashim dan Al Njoo. Utang inilah yang direstrukturisasi yg disinyalir mengakomodasi berbagai kepentingan dan ramai diperbincangkan. Tentu saja akomodasi itu tidak gratis. Pejabat – pejabat BPPN diduga menerima suap sangat besar.
BPPN dan Honggo sepakat membentuk perusahaan baru PT. Tuban Petrochemicals Industri sbg wahana penyelesaian utang TPPI. Tuban Petro lalu menerbitkan obligasi yg jatuh tempo tahun 2014 yang dipegang pemerintah senilai Rp 4.26 Triliun.
Setelah restrukturisasi tahap pertama, kepemilikan saham TPPI berubah menjadi Tuban Petro 59%, Itochu Corp 4,25% Siam Cement 17%; Sojitz Corp 4,25%; dan Pertamina 15%.
Sedang kepemilikan saham di Turban Petro menjadi 70% milik Pemerintah, sisanya 30% dimiliki Honggo. Selama utang belum dilunasi, pemerintah mendapat dividen dari keuntungan penjualan hasil produksi TPPI, besarnya deviden sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki.
Setelah BPPN bubar, saham pemerintah dikuasakan ke PPA, BUMN milik pemerintah yg mewakili utang-piutang tersebut. Selama ini Pertamina memasok bahan baku minyak dan kondensat ke TPPI , namun TPPI tidak mampu membayar utang tsb. Pertamina kemudian meminta TPPI membayar utang itu dengan minyak yang dihasilkannya. Dalam skenario restruriksasi Pertamina diwajibkan membeli produk mogas. 900 juta barel atau minimal 50.000 barrel/hari. Pdhal harga belinya lebih mahal dr harga MOPS+1,22% . Pertamina juga wajib membeli elpiji 7,1 juta ton dengan harga CP Aramco+US$ 140/ton
Selama kurun waktu 10 tahu saja Pertamina menanggung kerugian atas pembelian tersebut sebesar 22 Triliun lebih. Potensi kerugian berasal dari pembelian migas (premium) RON 88 milik TPPI dengan memakai patokan harga di pasar Singapura (MOPS) ditambah Rp500 per liter.
Harga MOPS plus Rp500 per liter itu berarti lebih tinggi US$9,69 per barel dibandingkan harga perolehan Petral yakni MOPS minus US$0,86 per barel. Sedangkan, potensi kerugian lainnya sebesar Rp7 triliun berasal dari sisi operasional pendistribusian mogasnya
Fee yg diterima Pertamina #hanya Rp 163/liter, sedangkan biaya penyimpanan dan pendistribusian migas sebesar Rp 415/liter, sehingga Pertamina harus menanggung kerugian Rp 252/liter. Potensi kerugian Pertamina akan semakin besar bila restruriksasi teris berlanjut.
Kenapa TPPI begitu spesial perlakuannya? Genk Palembang yang menguasai Pertamina disebut2 sebagai pemain yang mengakibatkan lambannya utang TPPI dibayar. MRC mafia minyak di Pertamina disebut2 juga ikut terlibat. Menko Hatta Rajasa yang sekarang sudah menjadi kasir Cikeas termasuk diduga juga bagian dari mafia ini. Bagaiaman kedekatan MRC dengan Hatta Rajasa dan Amir Sambodo staff khusus Hatta Rajasa dulu merangkap sebagai Dirut TPPI, sekarang sudah full time menjadi stafsus Menko Hatta.
Ada juga disebut – sebut Ketua DPR Marzuki Alie cs dan para anggota DPR ikut bermain di TPPI ini. Ada pemegang saham TPPI yg melobby mereka. Ada upaya perampokan uang Negara oleh anggota2 DPR untuk sebagian disetorkan ke parpol. Mantan Dirut Pertamina Widya Purnama diduga sebagai operator restrukturisasi TPPI dengan imbalan persentasi dari nilai utang yang kemudian dibagi-bagi sebagai bancakan para elit.
Demikian sekilas perampokan uang negara di Pertamina dan TPPI. Quo Vadis Pertamina ?
Read More

The Untold Stories, The Indonesian Godfather

Leave a Comment
Ringkasan :

The Godfather(1): Sibak Topeng SBY 'Sang Jenderal Prihatin'
The Godfather(2): Membungkam Lawan dgn isu Korupsi & Terorisme
The Godfather (3): SBY Galau Menjadi Teman Dekat Bunda Puteri?
The Godfather (4): Siapa Bunda Putri & Apa Hubungan Dgn Dinasti SBY ?
The Godfather(5): Perang Para Pemilik Dinasti Kekuasaan Indonesia
The Godfather(6): Bakar Gedung, Habisi Dokumen Century & Hambalang
The Godfather(7) : Istana Presiden Dikendalikan Para Broker?
The Godfather(8) : Antasari Azhar Jilid 2 Tutupi Kasus Hambalang?
The Godfather(9): Jangankan Rakyat, Tuhan Pun Kau Tipu!
The Godfather (10): Konser NOAH 2 Benua 5 Negara Dari Hambalang?
The Godfather (11): Dibalik Layar Mafia Penguasa Tambang RI
The Godfather (12): Waspada Operasi Senyap & Manipulasi Kekuasaan
The Godfather (13): Kartu As SBY & Century ditangan Antasari Azhar
The Godfather (14): 1000% SBY Khianati Rakyat Dengan Cetak Uang Ilegal
The Godfather (15): Tangkap Wapres RI Boediono Kroco Mafia Berkeley
The Godfather (16): SBY Penerus LB Moerdani & Sumber Masalah Indonesia
The Godfather (17): VOC Gunakan Freeport Bangun Kemegahan Amerika
The Godfather (18) Anomali Ilmuwan Dikorbankan Sebagai Koruptor
The Godfather (19) Inilah 10 Modus Kecurangan Pemilu 2009-2014
The Godfather (20): Pahlawan Kesiangan Kambing Hitamkan Gas LPG
The Godfather (21): Opera Sabun Permainkan Rakyat Dengan Gas LPG
The Godfather (22): 15 Dosa Anas Urbaningrum Menjadi Korban Ulil Amri'
The Godfather (23): Innalillahi, Dugaan Kuat Presiden SBY Agen Amerika
The Godfather(24): Pecah Prahara PDIP Karena Vatikan & Jusuf Kalla
Read More

The Godfather(1): Sibak Topeng SBY 'Sang Jenderal Prihatin'

Leave a Comment
"I Love United States with all its faults and consider it as second country"..

Sebuah ungkapan mendasar tanpa makna, namun anda akan bergeming apabila ternyata itu ucapan fenomenal Susilo Bambang Yudhoyono, ia mengungkapkan betapa dalam cintanya pada Amerika Serikat!

Taukah Anda Sisi Menakutkan Dari Susilo Bambang Yudhoyono ?

Mungkin Anda adalah salah satu dari sekian banyak rakyat Indonesia yang meremehkan SBY dengan segala stigma yang dilekatkan kepadanya di media-media nasional yang terkait dengan karakter dan kinerjanya selama menjadi presiden, misalnya “Jenderal kok peragu”, atau “Jenderal belakang meja”, atau “SBY lamban seperti kerbau” atau “Jenderal yang hobi curhat”, dan lain sebagainya.

Akan tetapi kisruh Partai Demokrat yang beberapa bulan lalu diserang kanan-kiri oleh lawan politiknya dengan tuduhan partai paling korup telah membuka mata kita semua bahwa SBY tidak selemah penampilannya, apalagi melihat bagaimana SBY bereaksi dengan mengatakan partai lain lebih korup dari Demokrat dan dia akan membuktikan hal tersebut, dan bagaimana hari ini seluruh petinggi partai politik yang menyerang Demokrat mungkin hanya Hanura yang masih selamat, sebab yang lain mulai petinggi dari PKS, PPP, Golkar, PDI-P sudah terbongkar kasus korupsinya, bahkan termasuk skandal seks maupun narkoba mereka. Terakhir telah terjadi pengejaran dari sisi hukum terhadap Dinasti Banten yang merupakan pendukung Golkar dan PDI-P.

Dari sisi karakter atau sifat, tampaknya SBY termasuk dalam orang-orang yang bersifat plegmatif yang dari luar selalu terkesan peragu, pendiam, lamban dan perlu didorong. Akan tetapi karakter plegmatif yang terlalu sering ditekan dapat membalas dengan lebih keras sekali dia membulatkan tekad bahwa dia telah cukup bersabar dengan para penganggu. Jadi secara teoritis orang plegmatis hanya tampak lemah di luar tetapi sebenarnya mereka berkarakter kuat.

Selain itu, kita juga melupakan bahwa SBY memang bukan jenderal yang ahli pertempuran lapangan sehingga tidak heran secara wibawa dia kalah dan tampak tidak setegas dari purnawirawan jenderal lain, katakanlah Prabowo, namun demikian jenjang karir SBY sebagai intelejen ABRI (sekarang TNI) justru dapat membuatnya jauh lebih menyeramkan daripada purnawirawan jenderal lain.


Bangsa kita memang pelupa sehingga melupakan bahwa SBY adalah lokomotif utama reformasi. Berkat operasi intelejen yang dilakukannya-lah maka “para pseudo reformis” dapat menjatuhkan Pak Harto yang saat itu dikawal dua jenderal paling kuat, Wiranto sebagai mantan ajudan dan Prabowo yang masih menantunya, termasuk dengan penyebaran press release tanpa izin Wiranto bahwa ABRI sudah tidak mendukung Soeharto. Jadi “Bapak Reformasi” yang sebenarnya adalah SBY dan bukan Amien Rais atau yang lain.

penyebaran press release tanpa izin Wiranto bahwa ABRI sudah tidak mendukung Soeharto. Jadi “Bapak Reformasi” yang sebenarnya adalah SBY dan bukan Amien Rais atau yang lain.


Saat itu dengan hanya bergerak di belakang layar, SBY bukan saja mampu mendorong jalannya reformasi, akan tetapi juga mengambil kesempatan dari rivalitas antara Wiranto dan Prabowo untuk kemudian memetik hasilnya sehingga sanggup menjadi presiden Indonesia sebanyak dua periode dan membangun Dinasti Cikeas. Dari sisi apapun jelas operasi senyap yang dilakukan intelejen lebih efektif dan efisien daripada operasi terbuka. Terbukti mayoritas lawan politik SBY hari ini mulai dibungkam melalui serangkaian operasi intelejen senyap yang mana tanpa mereka duga tiba-tiba mereka ditangkap oleh KPK atau aparat lain.

Kisruh MK hari ini membuktikan pameo bahasa Inggris yang mengatakan “don’t judge book by it cover” dan bisa dibilang sejauh ini SBY adalah satu-satunya pewaris dinasti intelejen militer Indonesia yang pernah terkenal dan menjadi momok bagi sebagian rakyat Indonesia mulai dari Zulfikli Lubis, Ali Moertopo, sampai Benny Moerdani.



Demi mengejar kekuasaan pribadi dengan menggadaikan SDA negara untuk kekuasaan dan menikam 3 Presiden sebelumnya, yakni Suharto, Gus Dur dan Megawati.

"Salam sandiwara bangsa" [Ahmad/Ridwan S/voa-islam.com]
Read More

The Godfather(2): Membungkam Lawan dgn isu Korupsi & Terorisme

Leave a Comment
 
JAKARTA (voa-islam) Satu persatu semua musuh politik Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat terseret kasus korupsi. Bukan suatu kebetulan apabila lawan politik habis diberangus KPK.

SBY cukup pandai memainkan silent operation dalam memberangus dengan menggunakan isu korupsi dan terorisme yang telah menjadi momok menakutkan di Indonesia. Memang seorang presiden secara UU tidak bisa mencampuri yudikatif, akan tetapi ia pandai mengunakan perannya, presiden kita ini, dia mencampuri urusan yudikatif dengan "meminjam tangan2 orang yg berwenang" untuk menghajar lembaga yudikatif, eksekutif maupun legislatif.
Johan Budi, juru bicara KPK menyatakan "Saya menyimpulkan, korupsi tidak berjalan sendirian, ada kerjasama antara Lembaga YUDIKATIF, LEGISLATIF, EKSEKUTIF dan PENGUSAHA."

Misalnya saja pusaran korupsi Partai Golkar ini, sedikit demi sedikit mulai menyeret dinasti Banten Chasan Sochib dan Ratu Atut. Dengan tertangkapnya Ketua MK Akil Mochtar yang berasal dari Partai Golkar, bersama kroni Golkar lainnya Chairunisa yang menjabat Bendahara MUI, Tubagus Chair Wardana alias Wawan Sochib yang merupakan adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut, dan Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah Gambit Bintih.

 
Lalu pusaran kasus PDI-P mulai diangkat Ahok Center dan Kroni Jokowi yang disinyalir bagian dari pengusaha hitam pengemplang dana BLBI ratusan triliun, disebutlah Edward Suryajaya, lalu kroni lain James Riady yang di duga bagian dari intelejen Cina, lalu ada Djan Faridz dan tentunya keluarga Prabowo Subianto dan Hashim Djoyohadikusumo.
 
 


Kongkalikong Bunda Putri dan Luthi Hasan Ishaq
Berikutnya, dinasti PKS nampaknya menjelang ajal dan sulit meningkatkan elektabilitas dalam waktu cepat. Rusaknya reputasi dihantam dengan isu yang di benci Ibu-ibu di Indonesia, dibumbui perselingkuhan di luar nikah Fathanah dengan skandal seks artis porno majalah Popular Vitalia Sesha! Kasus korupsi PKS ini di setting dengan menyeret Luthi Hasan Ishaq dan Fathanah dengan isu memalukan yang lebih parah dari korupsi, yaitu poligami dibawah umur Darin Mumtazah maupun sepak terjang Don Juan Fathanah. Benar atau tidaknya kasus suap sapi import ini sudah bukan tujuan utama pelaku Spin doctor (agen pembuat & pengalihan isu), esensi yang terpenting berangus dan kendalikan persepsi publik atas pembunuhan karakter petinggi PKS menggunakan tangan perantara seperti Bunda Putri, dan misi berhasil, mission accomplished!



Bunda Putri memiliki nama lengkap Non Saputri. Pengaruh Bunda Putri untuk membantu memuluskan proyek di berbagai Kementerian, tampaknya bukan isapan jempol semata. Menurut Luthfi, Bunda Putri memiliki informasi yang valid terkait kebijakan reshuffle karena dekat dengan SBY. Fathanah didakwa bersama-sama Luthfi menerima uang Rp 1,3 miliar dari PT Indoguna Utama terkait kepengurusan kuota impor daging sapi. Keduanya juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang dengan menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membayarkan, dan membelanjakan harta kekayaan.
Luthfi mengungkapkan bahwa Bunda Putri adalah orang yang sangat dekat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Luthfi pernah mendatangi rumah Bunda Putri di Pondok Indah, Jakarta Selatan. 







Ditemui di Gedung Pengadilan Tipikor, Kuningan, Luthfi Hasan Ishak, penuh senyum, dan tidak menunjukkan adanya kesedihan sedikitpun di wajahnya. Luthfi mengatakan tidak menerima uang sepeserpun, terkait dengan kasus daging import.

Karena, sejatinya dia hanya menjadi korban, yang sengaja dibuat (diskenariokan) oleh rezim SBY. "Pemerintah SBY sengaja mau menghancurkan PKS, karena tidak mau nurut", ujar Luthfi, Kamis, 10/10/2010.

Menurut Luthfi Hasan Ishak, sudah sejak dua tahun lalu, hubungan PKS dengan SBY, tak nyaman dan harmoni. Pasalnya, PKS tidak mau nurut dengan SBY, dan selalu menentangnya. Khususnya, terkait dengan Bank Century, dan kenaikan BBM.

Inilah smooth criminal ala SBY atas belitan skandal korupsi Demokrat, ia bereaksi dengan mengatakan partai lain lebih korup dari Demokrat dan dia akan membuktikan hal tersebut, dan bagaimana hari ini seluruh petinggi partai politik yang menyerang Demokrat mungkin hanya Hanura yang masih selamat, sebab yang lain mulai petinggi dari PKS, PPP, Golkar, PDI-P sudah terbongkar kasus korupsinya, bahkan termasuk skandal seks maupun narkoba mereka. Terakhir telah terjadi pengejaran dari sisi hukum terhadap Dinasti Banten yang merupakan pendukung Golkar dan PDI-P.

Kasusnya jebakan batman sepertinya sama dengan kasus Antasari Azhar, hanya beda cara penjebakannya dan diprediksi kasus ini akan bertahan hingga pilpres. Presiden dan Abraham samad pun senang. Presiden selamat dari kasus century dan hambalang sedangkan Abraham Samad selamat dari janjinya yang akan mundur jika 1 tahun kerjanya di KPK tidak bisa membongkar century maka dia akan mundur
SBY, dengan hanya bergerak di belakang layar saja mampu mendorong jalannya reformasi
Dari sisi apapun jelas operasi senyap kubu SBY yang dilakukan intelejen lebih efektif dan efisien daripada operasi terbuka. Terbukti mayoritas lawan politik SBY hari ini mulai dibungkam melalui serangkaian operasi intelejen senyap yang mana tanpa mereka duga tiba-tiba mereka ditangkap oleh KPK atau aparat lain.

Kisruh MK hari ini membuktikan pameo bahasa Inggris yang mengatakan “don’t judge book by it cover” dan bisa dibilang sejauh ini SBY adalah satu-satunya pewaris dinasti intelejen militer Indonesia yang pernah terkenal dan menjadi momok bagi sebagian rakyat Indonesia mulai dari Zulfikli Lubis, Ali Moertopo, sampai Benny Moerdani.

Tinggal "Bobok Celengan" demikian istilah aparat dalam membongkar dan melemahkan jaringan koruptor. Tinggal menunggu waktu saja. Dalam setahun ini akan ada Conflict, Crisis, dan yang terakhir adalah Chaos! Nah, kalo sudah terjadi Chaos, tidak ada lagi hukum yang mampu mengendalikan negara dalam kondisi chaos, kecuali MILITER!

Operasi Tangkap Ternyata Pengalihan Isu demi Godfather

Lalu bagaimana dengan aktivis Islam? Saudara muslim yang aktif di dunia pergerakan dan dakwah terus menerus dimandulkan dengan isu deradikaliasi terorisme yang terus dihembuskan BNPT dan Densus 88.




Bahkan BNPT akui penggerebekan teroris untuk pengalihan isu dan ternyata hal itu bukan omong kosong. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mengakui hal tersebut.
"Perbandingan 80 persen dan 20 persen. 20 Persennya yang pengalihan isu, tetapi kalau di era Soeharto dulu persentasenya sangat tinggi," ujar Ansyaad saat ditemui di ruangannya, Jumat (10/5) malam.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengakui bahwa penggerebekan aktivis islam yang di tuduh teroris adalah pengalihan isu. Para teroris itu sebenarnya sudah dipantau cukup lama, namun kapan dilakukan penggerebekan menunggu saat yang tepat sehingga bisa memecah isu yang sedang berkembang di masyarakat.

Abu Roban misalnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai menyebut bahwa jihadis yang di fitnah sebagai teroris ditembak mati di Batang itu telah diendus sejak tahun 2012. Namun Densus 88 baru melakukan penggerebekan untuk menunggu waktu atau moment yang tepat. Penggrebekan terduga teroris sudah di setup sejak lama (baca: dijebak, didanai, disulut semangatnya, dan diprovokasi untuk membuat makar dan akhirnya lalu ditangkap), lanjut Mbai, juga menunggu moment yang tepat. Menurut Mbai, penggrebekan teroris adalah berita seksi yang bisa digunakan untuk mengalihkan isu.

"Memang iya benar Abu Roban 2012 sudah kita cari dan dipantau sejak ramai kasus perampokan di Sumatera," ujar Ansyaad di kantornya, Jumat (10/5) malam.



Menurut Ansyaad, Menko Polhukam Djoko Suyanto sudah memerintahkan agar teroris secepatnya ditangkap. Meski demikian aparat baru bergerak bila kelompok teroris itu dianggap cukup bukti akan melakukan aksi.

Tak hanya itu, isu penembakan polisi sebenernya adalah isu "jeruk makan jeruk" demi menjaga sentimen kebencian kepada umat Islam terus meningkat hingga Pemilu 2014 nanti, kita bisa cata setiap bulan akan ada isu baru yang terus menyerang lawan politik dan umat islam dengan isu-isu yang dikembangkan oleh agen spin doctor.

Jurnalis senior Hanibal mengkonfirmasi isu tersebut "Ada kejanggalan kasus pada penembakan polisi ini, dikerjai sesama aparat dalam bisnis pengawalan. Kejanggalan bisa dibandingkan penanganan yg di kuningan sama di Ciputat dan Tangsel... juga yang di Depok, mengapa lama sekali? Namun, apabila di konfirmasi kepada petinggi TNI dan POLRI memang mengarah kepada aparat yang bermain, hanya saja mereka bungkam karena tidak menguntungkan mereka..."


Penggerebekan menunggu mereka merencanakan, lalu ada senjata, ada bom dulu lah. Tidak langsung digerebek, Kepentingan itu ada (pengalihan isu), Ini supaya di media massa yang diangkat ya itu (penggrebekan teroris)" terangnya.

Korupsi Rombongan Partai adalah musuh



Fakta infografik di atas cukup banyak berbicara, ini lebih dari sekedar fenomena gunung es, partai terkorup adalah GOLKAR, lalu PDI-P dan berikutnya partai anak kemarin sore, Partai Demokrat. Dalam 10 tahun terakhir, si anak kemarin sore nampaknya sudah berani mendekati partai generasi Orde Baru ini.

Dengan fenomena demikian, masihkah anda percaya pada sistem demokrasi yang begitu sesat dan menyesatkan banyak pihak. Indonesia sudah lebih dari 60 tahun merdeka dan menyandarkan kekuasaan pada sistem demokrasi ini, namun hasilnya tak lebih hanya melahirkan raja-raja baru bak fir'aun moderen yang arogan.

Kini saatnya hati nurani akan bicara mengungkap kebenaran sejati.

Demokrasi adalah Thaghut

Thoghut atau Thaghut adalah istilah dalam agama Islam yang merujuk kepada setiap yang disembah selain Allah yang rela dengan peribadatan yang dilakukan oleh penyembah atau pengikutnya, atau rela dengan ketaatan orang yang menaatinya dalam melawan perintah Allah SWT.

Bentuk-bentuk thoghut antara lain :

Setan

Thoghut ini selalu menyeru beribadah kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalil-nya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: "Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu." (QS: Yaasiin: 60)

Penguasa zhalim

Penguasa zhalim yang mengubah hukum-hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seperti peletak undang-undang yang tidak sejalan dengan Islam. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mengingkari orang-orang musyrik. Mereka membuat peraturan dan undang-undang yang tidak diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: "Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari'atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?" (QS: Asy-Syuuraa: 21)

Hakim Zhalim

Hakim yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika ia mempercayai bahwa hukum-hukum yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak sesuai lagi, atau dia membolehkan diberlakukannya hukum yang lain. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: "Dan barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir". (QS: Al-Maa'idah: 44)

Mengaku Tahu Ilmu Ghaib

Orang yang mengaku mengetahui ilmu ghaib selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam hal ini Allah Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: "Katakanlah, 'Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah'." (Qs: An-Naml: 65)[2]

Penyembah Atau Yang Disembah

Seseorang atau sesuatu yang disembah dan diminta pertolongan oleh manusia selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, sedang ia rela dengan yang demikian. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: "Dan barangsiapa di antara mereka mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah Tuhan selain Allah'. Maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zhalim." (QS: Al-Anbiyaa': 29) (ikhlas/voa-islam)



Read More

The Godfather (3): SBY Galau Menjadi Teman Dekat Bunda Puteri?

Leave a Comment
Jakarta (voa-islam.com) Presiden SBY galau, karena seperti ditusuk oleh mantan Presiden Partai PKS, disebut memiliki hubungan dekat dengan Bunda Puteri. Pernyataan SBY yang menolak dan menyangkal memiliki kedekatan dengan Bunda Puteri, justeru membuat rakyat, semakin tidak percaya.
SBY yang baru mendapatkan apresiasi atas keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah KTT APEC, di Nusa Dua, Bali, di mana dihadiri 21 Kepala Negara, ratusan CEO dari korporasi internasional, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan KTT ASEAN.
Tetapi kamis lalu (10/10/2013), SBY seperti disambar petir mendengar pernyataan mantan Presiden Partai PKS, Luthfi Hasan Ishaq yang menyebut bahwa Bunda Puteri sebagai orang dekatnya SBY. Bunda Putri itu, tak lain,  adalah Non Saputri, anak seorang tokoh Golkar.
Sebelumnya, Ridwan Hakim, anak Ketua Majelis Syuro, menyebut Sengman, sebagai utusan Presiden SBY. Mula-mula Istana membantah Sengman memiliki hubungan dengan SBY, tetapi kemudian Istana mengakui hubungan Sengman dengan SBY.
Integritas dan kredibelitas SBY sebagai kepala negara  dan presiden dipertaruhkan. Jika kenyataannya benar, adanya hubungan antara Bunda Puteri dan SBY, dan Bunda Puteri menjadi orang kepercayaan SBY, maka apa yang dikemukakan Luthfi Hasan Ishak di pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (10/10/2013), benar belaka. Betapa hubungan antara fihak ekskutif (kepala pemerintahan) dengan pengusaha itu, tidak bisa dipungkiri.
Tentu, SBY menjadi masygul, bagaimana sekapasitas dirinya sebagai presiden, memiliki hubungan dengan Bunda Puteri, dan bukan hanya terkait dengan masalah bisnis dan proyek di departemen, tetapi yang paling pelik, terkait dengan masalah yang sangat peka, yaitu menyangkut masalah politik, dan masuk kategori rahasia negara.
Bahkan, Bunda Puteri termasuk mengethui adanya reshuffle kabinet, dan Bunda Puteri bisa mendapatkan informasi yang masuk kategori A1,  sangat rahasia. Karena itu, Bunda Puteri merupakan sosok tokoh yang sangat penting.
Sekalipun, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Kamis (10/10/2013) menyangkal bahwa orang yang disebut sebagai Bunda Putri banyak mengetahui rahasia negara, termasuk reshuffle kabinet, sebagaimana diutarakan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq.
"Disebut Bunda Putri, saya tidak tahu, saya tidak kenal, dan tidak ada kaitan dengan saya," ujarnya dalam jumpa pers khusus di Bandara Halim Perdanakusuma sepulang dari KTT Asean di Brunei Darussalam.
Tentu, tidak main-main, karena harus dicatat bahwa Luthfi dalam kesaksiannya di bawah sumpah pada persidangan di Pengadilan Tipikor untuk terdakwa Ahmad Fathanah, Kamis (10/10/2013) mengungkapkan beberapa hal. Luthfi bertemu dengan Bunda Putri sekitar tiga atau empat kali. Pertemuan terakhir pada 29 Januari 2013.
Menurutnya, Bunda Putri adalah orang yang sangat dekat dengan Presiden SBY dan mengetahui informasi negara, termasuk kebijakan reshuffle kabinet. Luthfi merasa perlu mendapatkan informasi mengenai reshuffle kabinet karena ada ancaman reshuffle bagi PKS sebagaimana diberitakan media massa.
Luthfi yakin terhadap kredibilitas Bunda Putri karena dikenalkan oleh Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin. Mentan Suswono juga mengenal Bunda Putri. Dalam kesaksiannya di bawah sumpah untuk terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq di Pengadilan Tipikor Kamis (3/10/2013), Suswono menginformasikan soal Bunda Putri.
Suswono menyebut Bunda Putri seorang pengusaha dan pernah bertemu di Kalimantan. Setelah bertemu di Kalimantan, Suswono mengaku pernah datang ke rumah Bunda Putri di Pondok Indah.
Selain kasus Sengman dan Bunda Puteri, publik masih ingat bahwa DPR pun beberapa tahun lalu mendesak Presiden segera mengadakan perombakan dan pembenahan kabinet di lingkungan Istana. Sebab, kasus keteledoran tidak dikeluarkannya Keppres pengangkatan kembali Hendarman Supandji sebagai Jaksa agung dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II bukan yang pertama kalinya.
Kepala Negara telah memerintahkan kalangan Istana untuk mengumpulkan informasi mengenai sosok Bunda Putri. SBY berharap sudah memiliki data lebih lengkap dalam 1-2 hari mendatang. Semua itu menunjukkan ruwetnya Ring-1 istana SBY dan harus ada pembaruan untuk memperbaiki situasi itu.
Selama tidak ada penataan ulang Ring-1 istana, maka SBY akan terus menghadapi potensi persoalan yang sama. Sengman, Bunda Puteri, kasus tidak dikeluarkannya Keppres Jaksa Agung Hendarman Supandji, sekedar contoh, tidak boleh terulang kembali.
Selama masih ada persoalan di Ring 1 Istana, gossip tentang peran orang dalam dalam kasus korupsi masih belum akan berarti. Atau kah kondisi seperti ini sengaja dibiarkan? Harus dicamkan bahwa aib ini mencoreng istana sendiri.
Namun, di tengah kegalauan Presiden SBY, sekarang beredar foto dikalangan wartawan, di  mana dalam foto itu tampak Bunda Putri mengenakan kaca mata, berbaju warna hitam. Sementara, Dipo Alam mengenakan baju safari berwarna coklat dan terlihat sudah menggunakan pin anggota kabinet.

Dalam foto itu, tampak Bunda Putri dan Dipo terlihat akrab. Mereka berfoto sambil tersenyum lebar. Bunda Putri inilah yang disebut memiliki kedekatan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Inilah akan terus membuat SBY semakin galau, tetapi jika ia mau jujur, dan terbuka kepada rakyat, tidak akan menimbulkan "big question" terhadap SBY. Beranikah SBY jujur? af/hh
Read More

The Godfather (4): Siapa Bunda Putri & Apa Hubungan Dgn Dinasti SBY ?

Leave a Comment
 JAKARTA (voa-islam) Bunda Putri merupakan pebisnis berskala global bidang konveksi, terutama pemasok konvensi Jilbab untuk Turki. Lebih gilanya lagi, ini orang punya jalur khusus (hotline) kepada Presiden Erdogan. Sehingga Bunda punya pintu masuk dan jalan tol memasok jilbab dan pakaian-pakaian muslimah lainnya.


Bunda Putri praktis harus dibaca sebagai 'mitra intelijen' berbagai kepentingan-kepentingan strategis para elite amerika dan inggris, untuk membangun pengaruh di kalangan para petinggi partai politik di Indonesia. Tidak cuma Partai Demokrat dan PKS, tapi hampir smua partai di indonesia.






Mari kita telisik lebih lanjut fakta-fakta selanjutnya. Madame Putri ternyata jaringan koneksinya juga meluas ke Mesir. Bunda Putri juga diyakini merupakan pemilik pabrik pupuk organik terbesar di Kalimantan Barat.

Namun ada satu versi cerita yang cukup menarik. Ternyata pabrik pupuk organik milik Bunda Putri ini, justru membuka pasar ke luar negeri dengan ekspor ke Jepang dan Korea Selatan. Alasanya karena dianggap pesaing oleh pabrik pupuk BUMN, sehingga pasar di dalam negeri justru diblokir.

Sampai di sini cerita makin menarik, dengan munculnya fakta lain, bahwa Petro Kimia atau yang saat ini jadi PT Pupuk Indonesia Holding, malah melakukan impor bahan baku pupuk kimia terbesar dari Canpotex Kanada, melalui jejaring Wilmar atau ke Jordania Phospate Corporation.

Tentu saja pada taraf ini peran Bunda Putri tidak bisa dibaca sekadar sebagai broker atau arranger sekelas Artalita Suryani atau Hartati Murdaya Poe Sekalipun. Ini orang pastilah pemain yang cukup berkelas.

Sehingga dalam situasi ketika para elite politik dan ekonomi kita pada kena demam impor produk asing, peran Bunda Putri jadi fenomenal.

Tapi kenapa SBY harus kebakaran jenggot kayak gitu? Nah dari pertanyaan menggelitik ini, muncul satu lagi fakta baru. Bahwa Bunda Putri juga main di sektor migas. Bahkan disinyalir merupakan aktor strategis dalam permainan migas di Indonesia. Untuk itu lah Rudi Rubiandini disikat agar tidak mengganggu bisnis migasnya.Bahkan Petronas pun merekrut Bunda sebagai penasehat strategis.

Bunda Putri bisa masuk ke pusat urat syaraf 'kartel migas' Indonesia, pastilah atas rekomendasi kekuatan-kekuatan korporasi global. Sekadar informasi, Bunda Putri punya koneksi dan relasi yang kuat dan solid dengan di ARAMCO, Qatar Oil and Gas di Dubai, Singapura hingga Hong Kong.

Beberapa perusahaan minyak yang saya sebut di atas, merupakan perusahaan-perusahaan minyak berskala global di Timur Tengah, dan berada dalam orbit pengaruh Amerika Serikat dan Inggris sejak awal. Lantas, untuk siapa Bunda Putri bekerja sebenarnya?

Kedekatannya dengan Keluarga Besar Kerajaan Arab Saudi, Emir Qatar, Kerajaan Thailand hingga Kesultanan Bolkiah di Brunei Darussalam, dan bahkan keluarga kekaisaran Jepang, orang ini tidak bisa kita anggap enteng.

Bunda Putri Mitra Intelijen?

Kalau melihat fakta jaringan koneksi dan relasinya, Bunda Putri saya harus simpulkan sebagai 'mitra intelijen' yang mungkin bekerja untuk Amerika Serikat dan Inggris. Ini sangat dimungkinkan karena ayah dari Bunda Putri adalah pendiri golkar dan juga seorang jenderal tentara terkemuka dalam bidang intelijen selain Benny Moerdani, Namun disamarkan melalui kerja sama dengan Jepang dan Korea Selatan. Bukankah Jepang dan Korea Selatan tetap berada dalam orbit pengaruh Amerika Serikat.


Sebelumnya, SBY terlihat marah ketika memberikan keterangan pers usai melakukan lawatan ke Brunei Darussalam. Beliau memberikan keterangan pers di Base Ops TNI Angkatan Udara Lanud Halim Perdanakusuma

Dari serangkaian kisah dan fakta-fakta terbaru terkait profil Bunda Putri, jadi menarik untuk menjawab kenapa SBY harus marah besar ketika sosok ini mencuat ke publik melalui fakta persidangan? Karena jika bunda putri tertangkap maka kasus-kasus besar seprti migas dan pertamina,akan terkuak.Dan SBY berikut orang2 dalam lingkar istana akan terseret jauh dalam smua kasus skala besar.

Sebelumnya, SBY terlihat marah ketika memberikan keterangan pers usai melakukan lawatan ke Brunei Darussalam. Beliau memberikan keterangan pers di Base Ops TNI Angkatan Udara Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (10/10) malam. SBY membantah kenal sosok Bunda Putri yang sebutkan Lutfhi Hasan Ishaaq dalam kasus impor sapi



Dinasti Baru *SBY*


Berikut adaah daftar dinasti dan kroni jabatan politik SBY dan Ani Sarwo Edhie Wibowo. Berikut datanya :


1. Edhie Baskoro Yudhoyono (anak SBY) Dapil Jatim VII, telah menjadi Sekjen Partai Demokrat di usia 30 Tahunan, Sang Istri, Aliya Rajasa aktif di Rotaract / Rotary Club Jakarta.


2. Jend. (Purn) Pramono Edhie Wibowo, Adik Ani Yudhoyono (adik Ipar SBY), mantan petinggi TNI AD yang langsung menjabat menjadi Dewan Pertimbangan Partai Demokrat


3. Sartono Hutomo (sepupu SBY) Dapil Jatim VII


4. Hartanto Edhi Wibowo (adik ipar SBY) Dapil Banten III


5. Agus Hermanto (adik ipar SBY) Dapil Jateng I


6. Nurcahyo Anggorojati (anak Hadi Utomo yang juga ipar SBY) Dapil Jateng VI


7. Lintang Pramesti (anak Agus Hermanto) Dapil Jabar VIII


8. Putri Permatasari (keponakan Agus Hermanto) Dapil Jateng I


9. Dwi Astuti Wulandari (anak Hadi Utomo) Dapil DKI Jakarta I


10. Mexicana Leo Hartanto (keponakan SBY) Dapil DKI Jakarta I


11. Decky Hardijanto (keponakan Hadi Utomo) Dapil Jateng V


12. Indri Sulistiyowati (keponakan Hadi Utomo) Dapil NTB


13. Sumardani (suami Indri Sulistiyowati) Dapil Riau I


14. Agung Budi Santoso (keluarga Hadi Utomo) Dapil Jabar I


15. Sri Hidayati (adik ipar Agung BS) Dapil di Jawa Barat III


16. Putut Wijanarko (suami Sri Hidayati) Dapil Jatim VI


Selamat datang di Kerajaan Dinasti AtutPahit versus Sriwi-SBY (Rio. C/Abdullah/voa-islam
Read More
Diberdayakan oleh Blogger.